Pompa Booster Untuk Menambah Tekananan Air
Posted at 14:53 by HandiUntuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari dalam sebuah rumah, biasanya kita membutuhkan minimal 1 buah pompa air untuk mendistribusi air dari sumber ke seluruh titik air (sumber air dapat berupa sumur atau penampungan air di bawah). Untuk memudahkan konsumsi air, biasanya kita membangun tower air dengan ketinggian tertentu. Dalam kondisi ini kita menghisap air dari sumber air di bawah dengan pompa untuk disimpan pada tower air. Selanjutnya dengan tower air, kita memanfaatkan gaya gravitasi bumi untuk membuat air mengalir melalui pipa tanpa perlu bantuan pompa lagi.
Dalam kondisi ini biasanya tekanan air cukup untuk kebutuhan cuci piring, cuci baju, atau menampung air dalam bak mandi. Tetapi ketika mandi menggunakan shower tekanan air biasanya kurang memuaskan, apalagi bila kita menggunakan water heater gas. Water heater gas umumnya membutuhkan tekanan air sebagai salah satu mekanisme pemantik untuk menyalakan api untuk memanaskan air, sehingga bila tekanan air kurang, pemantik tidak akan berfungsi dengan baik. Selain itu mesin cuci modern umumnya juga mensyaratkan tekanan air tertentu untuk dapat berfungsi dengan baik. Oleh karena itu memerlukan pompa tambahan untuk dapat memenuhi kebutuhan ini.
Salah satu solusi yang umum digunakan adalah dengan menggunakan pompa sumur dangkal yang telah dilengkapi dengan otomatis. Dengan menggunakan solusi ini, tekanan air memang bertambah besar, tetapi pompa sumur dangkal yang digunakan untuk keperluan ini biasanya seringkali mengalami kerusakan pada fungsi otomatisnya. Otomatis pada pompa umumnya menggunakan jenis pressure switch. Pada saat seluruh kran tertutup maka ada tekanan balik pada pompa yang menekan otomatis pada tekanan tertentu untuk mematikan arus listrik. Ketika kran terbuka, tekanan air pada pompa berkurang sehingga tekanan pada per berkurang dan menghubungkan arus listrik kembali. Pada penggunaan sehari-hari buka tutup kran dalam sekali mandi biasanya bisa berkali-kali. Seringkali pembukaan kran tidak penuh, sehingga membuat otomatis bekerja on-off beberapa kali. Ini akibat adanya tekanan air yang tidak tersalurkan, sehingga membuat pressure switch bekerja lebih berat dan lebih cepat mengurangi umur spare-part ini.
Pompa booster merupakan alternatif dari penggunaan produk pompa sumur dangkal otomatis yang biasanya kita kenal. Pompa booster adalah jenis pompa yang berfungsi hanya untuk menambah tekanan air, dengan demikian pompa ini tidak dapat digunakan untuk menghisap air dengan posisi sumber air di bawah pompa. Penggunaan pompa jenis ini lebih menghemat listrik karena daya listrik yang dibutuhkan biasanya lebih kecil. Selain itu sistem otomatis pompa ini tidak menggunakan pressure switch, tetapi menggunakan sejenis bola magnet yang berfungsi ketika ada aliran air. Penggunaan otomatis jenis ini juga memiliki keuntungan lain, karena bila tidak ada air, pompa tidak akan bekerja. Sehingga kita terhindar dari resiko kerusakan atau terbakarnya pompa bila kita sampai lupa mengisi penampungan air.
Perkakasku.com menawarkan 2 jenis pompa booster, yaitu pompa booster untuk rumah tangga dan untuk industri (hotel, indekost, industri, apartemen, dll). Pompa booster untuk rumah tangga, saat ini tersedia dari 2 merk pompa terkenal, yaitu Grundfos dan Wasser. Merk Wasser menawarkan 2 pilihan, yaitu PB-60EA dan PB-169EA, sedangkan Grundfos juga menawarkan 2 pilihan, yaitu UPA 15-90 dan UPA 120. Sedangkan pompa booster untuk industri, sementara ini kami baru menawarkan merk Grundfos. Pompa booster untuk industri Grundfos menggunakan pompa jenis multi-stage yang menggunakan beberapa impeller stainless-steel. Pompa booster ini masih menggunakan sistem otomatis dengan pressure switch, tetapi dengan kualitas yang tinggi.
Jadi pompa booster mana yang cocok untuk anda? Bila pompa booster direncanakan untuk digunakan di lebih dari 7 titik air secara bersamaan, kami menyarankan anda untuk menggunakan pompa booster untuk industri. Bila dibawah itu anda dapat menggunakan pompa booster untuk rumah tangga. Pompa booster untuk rumah tangga sendiri ada 2 jenis, baik untuk merk Wasser maupun Grundfos, yaitu tipe yang kecil PB-60EA / UPA 15-90 atau yang besar PB-169EA / UPA 120. Tipe yang kecil lebih optimal untuk penggunaan 1 atau maksimum 2 titik air saja, dan lebih disarankan untuk diletakkan lebih dekat ke titik airnya. Jadi bila anda menggunakan pompa booster untuk menambah tekanan air untuk shower / water heater, akan lebih optimal bila pompa booster diletakkan tidak jauh dari shower atau water heater mungkin sekitar 1 – 2 meter. Sedangkan bila anda ingin pompa diletakkan dekat dengan penampungan air, atau jumlah titik air lebih dari 2, akan lebih optimal bila menggunakan pompa booster dengan tipe yang lebih besar.
Semoga informasi dapat membantu anda memilih pompa booster yang tepat, bila ada pertanyaan silahkan hubungi kami melalui email, telp, atau sms. Selamat berbelanja!

July 15th, 2008 at 15:27
Good info! Keep us updated!
July 22nd, 2008 at 8:22
Thanks infonya, soalnya saya baru 2 minggu pasang pompa merk wasser untuk keperluan shower (2 titik) tadi pagi saat mau mandi tidak jalan lagi (mungkin pressure switchnya). Btw berapa harga pompa booster yang kecil?
July 22nd, 2008 at 16:57
Pak Hulman, untuk pompa booster berukuran kecil, merk Wasser tipe PB-060EA, saat ini kami jual dengan harga Rp. 500.000,- sedangkan Grundfos tipe UPA15-90, kami jual dengan harga Rp. 940.000,-
July 28th, 2008 at 15:25
pompa booster wasser PB-060EA, apakah cara pemasangannya harus vertikal, kalau dipasang horisontal memungkinkan apa tidak ?
July 28th, 2008 at 16:57
Saya pasang PB60 wasser, krn harus dekat dgn waterheater, saya pasang di atas plafon (gypsum), ternyata pump nya meneteskan air dari body pump nya, dan plafon saya jadi basah, krn gak ketahuan menetes. Lagipula waterheater gas (paloma) tetap tdk mau nyala tuh, menurut saya, Daya PB60 sangat lemah, hampir tdk ada efeknya.
Saya beli 475rb.
July 28th, 2008 at 17:32
Pak Deny : Pemasangan vertical lebih baik, horisontal juga tidak masalah tetapi harus dalam posisi tertidur. Sehingga posisi mesin bukan di bawah atau di atas.
Pak Rian : Sebaiknya bapak hubungi service center wasser, karena bisa jadi ada masalah dalam pompa yang bapak beli. Karena pengalaman saya pribadi, dengan pemakaian lebih dari 3 tahun, saya cukup puas dengan tekanan yang dikeluarkan pompa wasser ini.
August 11th, 2008 at 10:47
Pak, mau tanya nih . . .
Sumur saya sekarang sudah tidak bisa dipakai lagi karena rembesan Sewer (selokan), nah kebetulan juga PDAM di rumah saya juga malesnya minta ampun, tidur melulu…nggak pernah keluar setetespun. Nah setelah ngintip para tetangga ternyata mereka pakai pompa, ada yang panasonic, ada yang sanyo, nah kebetulan saya ini mau pakai wasser, kira – kira yang cocok untuk nyedot PDAM tuh pakai yang mana? terima kasih banyak atas responnya.
Sir Koes,
munaSIR KOESwanto
August 11th, 2008 at 15:10
Pak Munasir, Untuk menyedot air dari PDAM dapat digunakan pompa sumur dangkal yg non-automatis, seperti Wasser PW131E, Shimizu PS-128BIT, Shimizu PS-226BIT, Panasonic GP129JXV , Sanyo PWH136 atau Sanyo PWH236.
August 12th, 2008 at 17:10
memang boleh pak nyedot dr PDAM? bukannya harus buat bak penampungan? maaf, takutnya jd maslah di kemudian hari, kena denda, repot lo pak.
Kalo gak salah, buat bak dulu di bawah tanah, air PDAM di tampung baru pake pompa di alirkan ke dlm rumah atau torren di atas.
September 4th, 2008 at 13:47
Pak mau tanya, saya baru beli pompa booster wasser PB-060-EA, saya lihat ada switch I-O-II, apa fungsi dari switch ini. pompa booster jenis ini kalau listrik mati air masih bisa mengalir atau tidak.
September 4th, 2008 at 15:16
pada pompa booster PB-060EA switch | : untuk menjalankan pompa secara manual, maksudnya fungsi otomatisnya tidak jalan. Sehingga bila pompa berjalan pada switch ini semua kran harus dalam kondisi terbuka. Switch ini biasanya digunakan untuk mencoba pompa ketika dijual dan juga untuk membantu mendorong bila ada pipa yg tersumbat. Switch 0 adalah switch untuk mematikan pompa. Switch || untuk menjalankan pompa dalam kondisi otomatis. Biasanya pompa booster dijalankan pada kondisi ini. Semoga membantu pak Denny.
September 23rd, 2008 at 14:15
Pak Handi, saya baru membeli pompa booster PB060EA yang rencananya akan saya aplikasikan utk 2 kamar mandi (2 shower & 1 water heater), namun setelah membaca artikel bapak saya jadi ragu-ragu karena untuk hasil optimal bapak menyarankan pemasangan sebaiknya mendekati titik airnya sementara struktur bangunan rumah saya sudah tidak memungkinkan utk itu dan kemungkinan pemasangan hanyalah didekat toren air. Mohon pencerahan pak Handi untuk membantu solusinya. Tks.
September 24th, 2008 at 9:28
Pak Ditto, memang untuk pemasangan pompa booster PB-60EA sangat disarankan sedekat mungkin dengan titik airnya. Bila jaraknya terlalu jauh, tekanannya biasanya sudah berkurang, dan seringkali kurang memuaskan. Bila boleh tahu berapa meter rencana jarak dari pompa booster ke titik airnya?
September 25th, 2008 at 12:46
Jarak pompa booster ke titik air kurang lebih 8 meter.
Kalo boleh tanya lagi Pak, yang mempengaruhi besar kecilnya tekanan air selain karakter/type pompa itu sendiri dan banyaknya titik air kira-kira apa? Apakah jarak dan ukuran paralon/PVC bisa mempengaruhi juga?
Terima kasih atas masukannya.
September 25th, 2008 at 14:33
Wah 8 meter memang telalu jauh pak Ditto. Kondisi demikian terpaksa harus mengubah jaringan struktur pipanya. Ukuran pipa pvc bisa saja mempengaruhi, tapi kurang begitu signifikan. Jarak memang mempengaruhi tekanan, selain itu yang juga infrastruktur pipa-nya sendiri juga ikut mempengaruhi. Bila dalam jaringan terlalu banyak cabang, dan juga terlalu banyak belokan, tekanan juga dapat semakin lemah.
October 6th, 2008 at 8:21
saya ngontrak rumah sekitar 1 bulan yang lalu, pompa airnya (gak tau merekny)adalam keadaan kotor dan berkerak,kipas butuh diputar terlebih dahulu baru mau muter.Airnya kadang keluar kadang enggak biasanya setelah dipancing baru mau keluar.Kedalaman pipa kira-kira 4 meteran.Kata tetangga, pipanya ada yang gak rapet jadi pompanya ngobos.Tapi setelah saya ganti pipa baru kira-kira 5 menit kemudian airnya kembali macet.Masalahnya kira-kira dimana ya Pak?
October 6th, 2008 at 9:13
Pak Remy, bila kipas harus diputar dahulu baru mau berputar biasanya komponen kapasitor atau elco-nya harus diganti. Selanjutnya bila setiap menyalakan pompa harus dipancing dahulu biasanya klep di bagian bawah pipa harus diganti. Semoga membantu pak.
October 6th, 2008 at 14:09
Mksh info pompa boosternya sangat membantu.
Sy br sj pindah rumah, kebetulan pompa di rumah menggunakan jet pump karena kedalaman sumber air sampai 20 m. Kmr mandi rumah sy 2 dgn shower, ada bbrp titik air yg mungkin bs menyala bersamaan di rumah sy (lebih dari 2 titik). Sementara air yg keluar msh blm jernih dan keluar airnya kecil.
Bgm solusi agar pompa jet pump sy bs menghasilkan air yang jernih dan cukup deras airnya? Jenis yg mn dr pompa booster harus sy gunakan? Bgm cara instalasinya?
Terima kasih sebelumnya atas tanggapan bapak.
October 7th, 2008 at 12:13
Pak Wahyu, untuk kondisi bapak, kami merekomendasikan untuk menggunakan penampungan dahulu. Jadi air dari pompa jetpump masuk ke penampungan terlebih dahulu. Bila penampungan di atas rumah, dapat menggunakan pompa booster, sedangkan bila penampungan di bawah, dapat menggunakan pompa sumur dangkal otomatis. Semoga membantu pak.
October 11th, 2008 at 12:46
saya beli water heater merk rinnai yang 15 liter (listrik), ptama dipakai air keluar cukup baik, tetapi sekarang mati (tidak keluar), ada saran dari teknisinya ‘coba pake pendorong’, kalau biaya kirim ke garut jawa barat berapa atau kemana yang dekat saya nyarinya
trim’ banyak atas infonya
October 11th, 2008 at 13:37
Pak Jajang, betul pak kondisi tersebut membutuhkan pompa pendorong. Ke Garut biaya kirimnya Rp. 22.000,- melalui Tiki pak.
October 13th, 2008 at 9:29
kalau mau beli wasser PB-60EA, apakah ada garansinya, berapa lama, harga saat ini berapa, berapa biaya kirim ke garut, caranya bagaimana maklum saya baru belajar masuk internet, Alamat di bandung kalau naik bis kota dari cicaheum berhenti dimana? terima kasih banyak.
October 13th, 2008 at 11:54
terima kasih
October 14th, 2008 at 10:40
Pak Handi, rumah saya tower air +- 5 meter tingginya. Kemudian pakai pompa pendorong DAP yang 200 watt. Tapi sering bermasalah pada kapasitor dan yang terakhir pada turbinnya. Sehingga sekarang cuma mengandalkan gravitasi dengan konsekuensi aliran air kecil sekali dan lama. Perlu diketahui dari tangki air penampungan pipa turun ke bawah kemudian ke pompa pendorong trus pipa naik lagi ke plafon dengan tinggi 4 Meter (karena pipa yang lama di bawah masuk ke tembok sehingga pasang pipa baru di atas plafon) dan panjang ke titik keluar air yang terjauh adalah 20 Meter. Jumlah titik air yang sering digunakan hanya 4 titik (tempat mesin cuci baju, cuci piring, kamar mandi 2 buah). Mohon petunjuk dari Pak Handi jenis pompa booster apa yang cocok dengan kondisi rumah saya tersebut. Trims..
October 15th, 2008 at 8:04
pa handi,
masalah pertama :mo tanya bagaimana prosedur pemasangan balon plastik di dalam tabung, kemarin ini balon tabung saya pecah sobek setelah 2 tahun pakai, trus saya mo ganti,katanya setelah dipasang balonnya harus dipompa di bagian atas tabungnya ya ?, mohon infonya,pompa saya wasser,kedalaman 20 meteran
masalah kedua : kenapa air semburan dari pompa saya kecil sekali,kadang berbuih, saya coba tes dengan membuka tabung pompa, kalo dipancing airnya cepat penuh,tapi semburannya ga ada,apa mungkin ada yang tersumbat di ujung bawah pipa ato mesinnya ngga cocok, saya sudah pake sekitar 3 tahunan
trims
October 15th, 2008 at 13:16
Pak Jajang: pompa wasser bergaransi 1 tahun dan ada garansi toko dari kami 30 hari. Ke tempat kami dari terminal Cicaheum, cukup naik bis kota ke arah cibeureum. Nanti turun di simpang jalan a. yani, jl. supratman, dan jl. jakarta. Dari sana bapak tinggal sedikit berjalan ke arah timur sejauh 100 meter.
Pak Agus Ari: jarak 20 meter ke titik terjauh mungkin terlalu jauh untuk pompa booster, kecuali bila jarak 20 meter adalah vertikal ke bawah. Pompa booster merk Grundfos UPA-120 jarak jangkauannya maksimal 12.5 meter. Sehingga bila ditaruh di dekat toren air, hasilnya tetap kurang optimal. Kalo saya boleh menyarankan, sebaiknya bapak sedikit bongkar jaringan pipa di dekat titik air yang membutuhkan tekanan yg lebih besar, dan memasang pompa di sana. Pompa booster yang digunakan cukup yang kecil Wasser PB-60EA atau Grundfos UPA15-90. Bila bongkar jaringan pipa tidak memungkinkan, sebaiknya menggunakan pompa sumur dangkal otomatis, dengan konsekuensi umur pressure switch / otomatis lebih pendek. Semoga membantu pak.
Pak Agung, iya betul pak, setelah balon dari tabung diganti, bapak harus memompa angin kembali ke dalam tabung dengan tekanan maksimal 8 bar. Permasalahan daya sembur yang kecil dapat berasal dari berbagai macam faktor. Bapak dapat memeriksakan pompanya terlebih dahulu pada service center resmi atau tukang pompa yg bapak kenal. Tetapi bila saya lihat kemungkinan adalah jaringan pipa yang kurang baik, bisa jadi ada yang bocor, atau klep di ujung bawah pipa yang tersumbat. Mungkin dapat dicoba memeriksa jaringan pipa yang ada pak. Semoga membantu.
October 16th, 2008 at 8:07
Pak Handi,
Saya rencana mau pasang pompa booster untuk toren yang terpasang setinggi 3m di lantai 2 rumah saya (sekitar 7m dari tanah). Sedangkan titik air yang membutuhkan tekanan yang cukup kuat ada 2 untuk shower di lantai atas sekitar 3-4 meter dari toren dan 1 untuk mesin cuci di lantai bawah.
Pertanyaan saya:
1. Apakah type wasser PB-60EA sudah cukup untuk kondisi kebutuhan saya?
2. Bagaimana kalau instalasi pipa yg ada menggunakan 1/2 inch? apakah memungkinkan untuk pasang pompa tersebut? ataukah harus ganti pipa yang ada dengan 3/4 inch?
Thanks,
Faisal
October 16th, 2008 at 14:03
Pak Faisal, dengan kondisi seperti yang bapak jelaskan di atas, saya rasa pompa booster wasser PB-60EA sudah mencukupi untuk kebutuhan bapak. Pipa 1/2″ dapat digunakan, pada paket dari pompa juga tersedia nipple untuk pipa 1/2″ . semoga membantu pak
October 16th, 2008 at 16:26
Pak Handi,
Terima kasih banyak atas responsenya.
Sepertinya Grunfos UPA 15-90 menggunakan pipa 1/2″ jadi pemasangan tidak perlu menggunakan nipple. Selain itu pemakain listriknya hanya 40watt lebih rendah dibanding Wasser 60Watt.
Harganya bisa turun ga?
Kalau ada problem dengan unitnya pada masa garansi klaimnya kemana? di daerah tangerang ada ga?
Thanks,
Faisal
October 16th, 2008 at 17:02
Pak Faisal, Harga sudah murah pak
kalau ada problem klaim garansi dapat diajukan ke service center resmi grundfos di Jakarta, tepatnya di daerah Kawasan Industri Pulogadung.
October 17th, 2008 at 11:56
Pak Handi,
Untuk grundfos UPA 15-90 ada stock ga?
Thanks,
Faisal
October 17th, 2008 at 12:03
Pak Faisal, saat ini ready stock
October 17th, 2008 at 13:09
Ok Pak Handi,
Terima kasih banyak atas informasinya yang sangat membantu.
Salam,
Faisal
November 1st, 2008 at 16:27
Saya berminat untuk membeli booster pump untuk di rumah saya di Bekasi mohon hubungi saya 081319783160
November 6th, 2008 at 17:36
Pak handi, saya ingin memasang pompa pendorong utk shower di Lt. 1 dari bak penampung (tinggi 8 m).
Adapun penampang jaringan pipa saya yaitu 1 m harisontal keluar dr bak penampung kemudian turun vertikal 8 m, horisontal lagi sejauh 4 m sebelum akhirnya naik ke 2m ke titik air shower.
Yang ingin saya tanyakan adalah :
a. Di bagian mana saya bisa pasang pompa pendorong agar hasilnya maksimal?(note: pompa tdk bisa dipasang di 4m sebelum titik shower krn pipa dipendam di bawah lantai keramik)
b. Apakah pemasangan di bidang vertikal atau horisontal akan mempengaruhi daya dorong?
c. Apabila terjadi mati listrik/PLN apakah air akan tetap keluar?
Thanks,
Yanu.
November 13th, 2008 at 11:19
Pak Handi,
tks pompa pb169ea sudah sampe krmn,
kabel flow switch apa di pasang di kebel power yah (lsg plug krn ada soketnya?
untuk sambungan ke pipa menggunakan sok drat dalam 1 inch yah…?
untuk ring karet memang ada spare 1 yah?
ada 2 yg besar dan 1 yg kecil..
yg kecil kan di inlet..yg besar di outlet (pasang 1?)
pengertian pasang tdk boleh posisi motor di bawah atau atas gmn yah?
rgds,
teddy
November 13th, 2008 at 17:12
@Yanu : Maaf baru dijawab sekarang
a. Bapak bisa memasangkan pompa pendorong di sekitar 2 meter sebelum menuju shower, titik di situ merupakan yang paling ideal untuk menempatkan pompa booster Wasser PB60EA atau Grundfos UPA 15-90. Bila dipasang sebelum pipa yg 4 meter berarti harus menggunakan pompa booster yg PB169EA atau UPA 120.
b. Pada prinsipnya posisi vertikal dan horisontal tidak mempengerahui edaya dorong.
c. Salah satu kelebihan dari pompa booster adalah ketika aliran listrik padam, air tetap keluar meskipun tanpa dorongan.
@Teddy: Terima kasih atas pembeliannya. Iya berul pak, plug dari kabel flow switch lansung di pasang dibagian kabel power yg ada switch I – O – II , di sana sudah tersedia socketnya. Untuk ring karet dan posisi motor dapat melihat buku petunjuk. Ring spare-nya biasanya dapat digunakan untuk menjepit ring yg ada saringan kawatnya. Jadi saringan kawat dijepit oleh 2 ring. Tetapi dapat juga dijadikan spare, sehingga saringan tidak perlu dijepit. Posisi motor tidak boleh motor di bawah atau di atas, harus dalam keadaan tertidur.
November 14th, 2008 at 7:45
pak handi,semalam udah semangat pasang pompa gak tahunya inlet outletnya lebih kecil dari 1 inch..(sesuai data di box dan manual)..akhirnya saya minta pembantu saya hari ini bawa contoh sambungannya biar pas belinya..mungkin ukuran 3/4 -1/2 inch?
untuk posisi pompa apa bisa sesuai di gambar..jadi inlet dan outlet horisontal sejajar lantai?
untuk speed 1,2,3 apa artinya 1 yg paling irit listriknya?
rgds,
teddy
November 15th, 2008 at 16:32
@Teddy: nipple kuningan bawaan ukurannya 3/4″ pak. Posisi pompa bisa sesuai dengan gambar, sehingga sejajar dengan lantai. Speed 1, berdaya listrik 100 Watt, Speed 2, 120 Watt, Speed 3, 160 Watt.
November 26th, 2008 at 13:55
Pak Wandi,
untuk jet pump dibawah itu ada yang namanya venturi untuk sambungan 2 pipa ke pompa, mana bagian yang masuk ke pompa mana bagian yang keluar dari pompa menuju venturi tersebut?
Terima kasih
Wagy
November 27th, 2008 at 13:01
@Wagy, umumnya 2 lubang pada venturi, memiliki 2 ukuran yg berbeda yaitu 1 1/4″ dan 1″, Yg masuk ke pompa adalah ukuran yg lebih besar (1 1/4″) sedangkan yg lebih kecil untuk keluar dari pompa menuju venturi. Semoga membantu pak
December 1st, 2008 at 10:08
Salam kenal Pak Handi, numpa nanya donk.
Saya punya jetpump shimizu (typenya kalo gak salah PC260BIT), dah pake sekitar
2 tahunan, semuanya OK2 saja, namun pertanyaan saya adalah sbb:
1. Apa fungsi dari tabung besi (warna merah dan ada pentil angin pada tutup atasnya) pada jetpump tsb, dan bagaimana sebenarnya cara kerjanya ?
Air dirumah saya sejak setahun belakangan ini agak berbau (seperti bau karat/lumpur). Dan jika air ditampung dalam ember, hanya dalam waktu 2-3 jam bisa dipastikan air yang semula jernih, akan berubah menjadi keruh (tidak kuning,tetapi keruh seperti air kena lumpur) dan berbau (karat/lumpur).
Kemarin iseng2 saya coba membuka tabung merah tersebut, dan ternyata didalamnya terdapat cukup banyak air, padahal sewaktu membeli dulu seingat saya tabung merah ini dalam keadaan kosong (karena dulu beratnya ringan, berbeda dengan sekarang,tabung tersebut menjadi berat, karena penuh dengan air). Dan ternyata saya lihat banyak sekali kotoran berwarna hitam, sepertinya karat, yang keluar dari dalam, sewaktu saya keluarkan seluruh air dari dalam tabung tersebut.
Dan setelah saya pasang kembali tabung merah tersebut, air dirumah saya rasakan mulai agak berkurang baunya, dan saya coba diamkan selama 2-3 jam, ternyata tidak menjadi keruh separah sebelumnya (hanya keruh sedikit saja).
Pertanyaan ke 2 saya adalah :
2. Apakah tabung merah tersebut dapat/aman jika saya copot saja ? Karena saya khawatir didalamnya pasti terdapat lebih banyak lagi kotoran yg saya curigai sebagai penyebab bau pada air dirumah saya. Jika memang boleh dicopot, apa yang terjadi kemudian ? Mohon kiranya penjelasan bapak.
Terima kasih, dan maaf kalau pertanyaannya terlalu panjang.
salam
lemone
December 1st, 2008 at 10:41
@lemone: salam kenal juga
1. fungsi tabung besi adalah untuk membantu kerja pressure switch / otomatis pompa agar dapat menyalakan dan mematikan pompa dengan lebih baik. Cara kerjanya adalah ketika semua keran tertutup, maka tekanan air akan mencari jalan keluar yang paling lemah. Bila tidak ada maka tekanan air akan balik menekan pompa, dan pressure switch. Dengan adanya tabung besi, maka tekanan dapat dikurangi sedemikian rupa sehingga cukup untuk membantu kerja otomatis.
2. Tabung besi dapat saja dilepas, karena pompa dapat tetap bekerja normal, hanya saja memiliki resiko yaitu bila jaringan pipa tidak bagus, maka ada kemungkinan sambungan pipa yang kurang baik dapat mudah pecah. Atau bila pipa pvc yang digunakan kurang baik, pipa pvc dapat pecah. Resiko lain adalah umur pompa dapat berkurang karena pompa harus menahan arus balik lebih besar, dan yang paling sering terjadi adalah kerusakan pada pressure switch / otomatis.
Kondisi tabung besi yang seperti bapak ceritakan, sudah harus diganti. Karena dengan adanya karat, berarti karet tabung sudah rusak atau sobek. Bapak dapat mengganti karet tabungnya saja, harganya sekitar 50rb rupiah. Atau bila sobek-nya tidak terlalu parah, dapat ditambal ke tukang tambal ban. Karet tabung dapat dikeluarkan dengan membuka baud-baud yang ada di bagian bawah tabung.
Semoga membantu pak.
December 1st, 2008 at 11:56
Wah, terima kasih banyak atas jawabannya Pak Handi, jawaban dari Bapak sangat membantu sekali.
Tapi, jadi timbul pertanyaan lagi nih Pak, maaf ya pak jika merepotkan
Bila hanya mengganti karet tabungnya saja, berarti problem bau karat/lumpur tersebut tetap masih ada ya Pak ? Karena sepertinya bau tersebut berasal dari tabung besi yg ‘mungkin’ sudah berkarat.
Pertanyaan saya adalah :
1. Bila harus mengganti berikut tabung besi-nya, adakah/bolehkah mengganti dengan merek lain yang sejenis, yang mungkin lebih tahan karat/terbuat dari bahan non-besi (plastik keras misalnya). Untuk menghindari karat yang mungkin akan terjadi kembali dikemudian hari.
2. Berapa kira2 harga tabung besi-nya Pak ?
Demikian pertanyaan saya Pak Handi, semoga Bapak berkenan memberikan penjelasan.
Sekali lagi terima kasih banyak.
salam
lemone
December 1st, 2008 at 12:13
@lemone:
Bila bau karat/lumpur karena dari kandungan air, bau tersebut bisa jadi masih ada. Bila berasal dari tabung, seharusnya masalahnya hilang. Karena dengan adanya karet air tidak akan bersentuhan langsung dengan besi. Karat pada tabung terjadi karena karet sobek sehingga air masuk mengenai permukaan besi.
1. Mengganti dengan merk lain tidak masalah, karena umumnya ukurannya sama. Tetapi bahan harus terbuat dari karet karena pengaturan tekanan sangat membutuhkan elastisitas dari karet tabung.
2. Harga tabung besi saat ini berkisar antara 200rb – 300rb
Bila nantinya hanya mengganti karet jangan lupa memberikan tekanan angin sekitar 8 bar. Karena tanpa angin atau kekurangan tekanan angin. Tabung tidak akan berfungsi optimal.
December 1st, 2008 at 12:42
Terima kasih Pak Handi.
Saya akan coba saran yg bapak berikan, soal penambahan angin, berarti angin tersebut bisa ditambah menggunakan pompa biasa lewat pentil yg tersedia ya Pak?
Seandainya saya ingin mengganti dengan tabung besinya, apakah di tempat bapak menyediakannya, dan bisa dipesan online ? Lokasi sy di Jakarta.
December 2nd, 2008 at 17:23
@lemone: Betul pak bisa diisi lewat pentil yang tersedia. Tabung besi kami menjualnya pak, saat ini seharga Rp. 250.000,- dengan biaya kirim ke Jakarta sebesar Rp. 15.000,-. Total menjadi Rp. 265.000,-. Untuk pembelian silahkan hubungi kami melalui halaman kontak di http://www.perkakasku.com/kontak.php.
December 3rd, 2008 at 13:43
Terima kasih atas infonya Pak Handi.
December 24th, 2008 at 23:57
Pak Handi,
Mau tanya dong :
1. Grundfos UPA 120 Vs Wasser PB-169EA mana yang lebih bagus kwalitasnya (tahan lama) ? Dan yang mana yang lebih kencang ?
2. Saya rencana memasang ke 2 titik air yang berjarak 10m horisontal, jadi rencananya booster pump saya pasang di tengah, outlet pump keluar dibuat 3 cabang ke kedua titik air sehingga masing2 berjarak 5m horisontal, dan 1 cabang lagi ke water heater Ariston 80lt (dipasang dekat dgn booster pump). Dari water heater tersebut keluar 2 cabang ke 2 titik air tersebut juga. Berdasarkan informasi, tekanan yang keluar dari water heater ini menggunakan dorongan dari inlet (dalam hal ini menggunakan dorongan dari booster pump). Apakah dengan Grundfos UPA 120 atau Wasser PB-169EA, air (cold water maupun hot water dari water heater) akan cukup kencang ?
3. apabila memang cukup kencang, apabila saya salurkan kembali (both cold water & hot water) dari salah satu titik air tersebut ke 1 kamar mandi lagi yang letaknya tepat di bawahnya, apakah masih cukup kuat ? (jarak dari salah 1 titik air ke kamar mandi bawah tersebut +/- 5 m, sehingga kalau dari booster pump 10m, 5 m horisontal dan 5 m vertikal ke bawah).
Mohon jawaban bisa di-forward juga ke email saya.
Thanks.
December 27th, 2008 at 20:44
Pak Handi,
Masih menyambung pertanyaan di atas. Dengan kondisi di atas :
1. Apabila ingin mandi dengan air yg super kencang seperti di hotel, itu perlu tekanan berapa yah ? apakah 35 liter / menit cukup ? atau perlu 70 liter / menit ?
2. Sebenarnya daya pancar dari pump, misalkan 12 m. apakah artinya 12 m dari pump ke masing2 titik air, atau apabila dicabang (misalkan kondisi di atas, 5 m ke kiri dan 5 m ke kanan) jadi dihitung sudah 10 m ? sehingga apabila ditambahkan lagi yg ke water heater lanjut ke kedua titik air tsb menjadi 20 m ?
2. Saya jadi berpikir2 utk memakai CH2-30P atau CH2-40P. Tapi saya khawatir akan terjadi penyakit seperti kalau memakai pompa biasa dimana bisa saja kadang2 walaupun semua keran dalam keadaan tertutup, pompa suka menyala kadang2 dikarenakan adanya pressure switch ? katanya kalau ada pressure switch, air dari torrent yang menekan pompa bisa suka mengakibatkan pompa menyala.
Thanks.
December 28th, 2008 at 8:28
harga kita sudah tau bentuk dari pompa seperti apa dengan tekanan seperti berapa jauh bisa dijangkau atau dipergunakan untu apa saja kita mau tau juga keuntungan dan kerugian memakai pompa booster trims
December 28th, 2008 at 12:13
@Hery: maaf baru dijawab, kualitas merk Grundfos lebih baik dari segi daya tahan, tetapi pengalaman pribadi menggunakan wasser sudah hampir 5 tahun juga masih bagus. Dari kekencangan Wasser lebih baik, dapat terlihat dari spesifikasi di mana kapasitas air dalam liter / menit pompa wasser lebih besar.
Bila dilihat cerita dari komentar anda bagian pertama, sebenarnya water heater listrik seperti merk Ariston tidak memerlukan tekanan air yang tinggi. Karena tekanan yang berlebih akan dibuang juga oleh water heater melalui control valve. Pada water heater gas tekanan air dibutuhkan untuk menyalakan pemantik, sekaligus tekanan air pada shower. Cara kerja water heater listrik sebenarnya mirip dispenser air panas, yang mana air ditampung dahulu lalu baru disalurkan. Bila ingin air panas yang dikeluarkan memiliki tekanan, maka sebaiknya pompa booster diletakkan setelah water heater, kebetulan hanya pompa booster wasser yang dapat menyalurkan air panas hingga maksimal 110 derajat celcius.
Dengan demikian untuk kondisi bapak saya lebih menyarankan menggunakan 2 pompa booster, yang 1 untuk hot water, setelah water heater, 1 lagi untuk cold water. Bila menggunakan UPA120 atau PB169EA, pencabangan untuk kamar mandi di bawahnya masih cukup kencang pak.
Umumnya untuk kekencangan air sekitar 20 liter per menit sudah cukup. Lalu mengenai total head 12 meter, berarti jarak dari pompa hingga masing-masing titik air, tidak dijumlahkan. Tetapi pada titik di 12 meter, pressurenya sudah hilang, maksimum kapasitas misalnya 150 liter / menit tercapai pada saat air keluar dari outlet atau 0 meter.
Untuk menghindari ‘penyakit’ pressure switch pada pompa booster multistage, dapat diakali dengan menggunakan automatic pump controller, sehingga pressure switch diganti dengan menggunakan controller ini. Kebetulan produk tersebut tersedia di tempat kami, tetapi saat ini belum ditampilkan di web. Produk ini menggantikan fungsi pressure switch, tetapi tetap berjalan sebagai pressure switch dengan cara kerjanya lebih baik dan tidak memerlukan pressure tank. Pengaturan switch diatur secara elektronik bukan secara mekanik seperti pressure switch umumnya. Harganya 350.000 rupiah.
December 28th, 2008 at 12:18
@iskandar: Gambar dan spesifikasi detail pompa dapat dilihat pada halaman ini : http://www.perkakasku.com/etalase.php?pkat=PRT,POM,PBO . Mengenai keuntungan dan kerugian, sudah kami jelaskan pada artikel di halaman ini.
January 22nd, 2009 at 13:46
kamar mandi rumah saya ada 4 bh dan saya ingin memasang booster pump dekat dengan toren air di Lt 3.
Mohon advise Pompa booster type yg mana yang cocok saya gunakan ??
January 22nd, 2009 at 16:52
Bisa menggunakan pompa booster yang lebih besar seperti Wasser PB169EA atau Grundfos UPA120.
February 3rd, 2009 at 9:16
Mohon masukan bpk pompa yang cocok untuk membran RO tekanan 6-7 bar beserta harganya klu ada include biaya pengiriman ke Palembang.thanks
February 3rd, 2009 at 9:25
ROnya sy lupa kasih datanya diameter 4 inch panjang 1.5 meter ada 2 unit di pasang paralel untuk isi ulang air minum begitu.tq
February 3rd, 2009 at 14:48
Maaf pak saat ini yg spesifik untuk RO kita belum punya. Tapi ada beberapa client kami menggunakan pompa sumur dangkal automatis seperti Wasser PW139EA atau Shimizu PS135E.
February 5th, 2009 at 9:12
beli gas water heater merek rinnai di mana tempatnya? kira2 ada yang tau, sekaligus pemasangannya. tks
February 7th, 2009 at 19:56
Pak handi, mohon pencerahannya.
Saya memiliki bak penampungan air di bawah tanah, rumah kecil 2 lantai, 3 kamar mandi, 2 di bawah dan 1 di atas.
Rencananya saya akan memasang pemanas air dengan bahan bakar gas.
Menurut bapak, apa sebaiknya saya menggunakan water pump biasa atau pompa booster?
Atau bila memungkinkan saya memasang penampungan air 250 liter dan menggunakan pompa booster?
mana yang lebih hemat listrik antara pompa air biasa atau pompa booster? untuk pemakaian sehari-hari.
terima kasih banyak Pak.
February 14th, 2009 at 0:30
Pak Handi,
Saat ini saya menggunakan pompa booster untuk mengalirkan air dr torren lt 2 ke kran wastafel lt 2, keran shower lt2 , toilet flush lt2, keran shower lt1.
Pompa yg digunakan merk Kizagawa dgn spek :
max capacity 60L/m, suction 11m, discharge 35m, output 100w
Waktu beli 4 tahun lalu saya tidak begitu tahu masalah pompa booster ini, jadi ap yg disarankan toko pompa saya beli.
Masalahnya:
Sekarang ini otomatis pompa mudah rusak, baru sekitar 4-5 bulan diservis, problemnya pasti muncul. Setelah air digunakan, pompa tidak mau berhenti. Penyakitnya, pasti karet di tabung besi sudah pecah. Jika sudah diganti karetnya ternyata masih begitu juga, pasti diganti pipa kuningan yg di dalamnya ad klepnya. Atau jika masih begitu juga, diganti rangkaian otomatisnya. Kalau dihitung-hitung, pompa ini sudah diganti:
4x pipa klep kuningannya, 2 kali rangkaian otomatisnya, 4-5x karet balon dalam tabung besi.
Pertanyaan saya,
1. Kenapa bagian itu terlalu lemah? Apa karena merk-nya kurang baik? Berapa lama umur pakai masing2 komponen tsb (balon karet, pipa kuningan ber-klep )
2. Kalau dilihat dr gambarnya, pompa booster merk Grundfos maupun wasser tidak menggunakan tabung besi. Knapa pompa saya pakai tabung besi?
3. Sempat terpikir saya mau ganti ke pompa biasa saja, tapi setelah baca2, kalau pompa biasa dipakai untuk kran buka tutup, otomatinys juga akan mudah rusak
Mohon sarannya.
Thx
February 14th, 2009 at 9:30
@rezi: Mohon maaf baru dijawab sekarang. Untuk kondisi di tempat bapak, di mana posisi penampungan air berada di bawah, tidak dapat menggunakan pompa booster. Jadi sebaiknya menggunakan pompa air biasa. Bila ingin menggunakan pompa booster, maka harus ada penampungan yang posisinya di atas, dan didekat titik air dipasang pompa booster. Dengan menggunakan pompa booster terutama yang kecil, pompa booster lebih irit listrik karena memang daya listriknya jauh lebih kecil, merk wasser 60 watt, merk grundfos 40 watt.
@chandra: melihat spek yang bapak berikan, saya asumsikan pompa yang bapak gunakan adalah pompa sumur dangkal semi jet. Memang dengan menggunakan pompa jenis itu untuk keperluan booster, bagian-bagian tersebut memang cepat rusak. Umur komponen bervariasi, tergantung dari kualitas komponen itu sendiri, dan juga frekuensi pemakaian.
Pompa booster menggunakan sistem otomatis flow-switch yang tergantung pada aliran air, sehingga ketika ada pergerakan aliran air maka pompa menyala. Untuk itu memang tidak membutuhkan tabung. Pompa air lainnya umumnya menggunakan otomatis berjenis pressure switch, sistem kerjanya adalah ketika semua titik air tertutup maka tekanan akan tinggi sehingga pompa akan mati, ketika ada titik air yang terbuka maka tekanan akan berkurang yang akan menyalakan pompa. Pada otomatis jenis ini, umur otomatis sangat tergantung dari komponen pegas dan plat platina-nya. Tabung adalah komponen yang membantu kerja pressure switch untuk mendapatkan tekanan yang pas untuk mematikan atau menyalakan pompa. Karet pada tabung akan sering kembang kempis, yang elastisitas-nya pasti ada umurnya juga. Jadi menggunakan pompa biasa memang lebih murah investasi awalnya, tapi ke depannya lebih boros. Untuk itu kami memang lebih menyarankan pompa yang khusus booster untuk keperluan mengalirkan air dari toren atas. Semoga membantu.
February 16th, 2009 at 20:29
Pak Handi Yth, mo nanya nih…
Saya menggunakan tangki di lantai 3 rumah saya, kemudian saya ada memasang pompa air shimizu di atas untuk membantu tekanan air.
Masalah yg saya hadapi adalah pompa air tersebut selalu hidup mati hidup mati pada saat membuka kran air kecil. Tapi pada saat membuka air besar pompa air tetap hidup. Untuk keperluan rumah tangga biasanya lebih sering membuka air yg kecil dan sedang. Oleh karena itu pompa air tersebut sangat mengganggu. Karena pada saat dia idup mati idup mati, tegangan listrik dirumah pun terasa ga stabil.
Saya sudah coba menyetel sendiri otomatisnya, tp setelan terlalu besar membuat pompa tersebut ga mau mati dan hidup terus sehingga pipanya jg pecah. Bahkan saya juga sudah mengganti otomatisnya, tapi alhasil sama saja.
Pertanyaan saya :
Apa yg menyebabkan hal tsb terjadi? Apakah karena pompa air tersebut tidak cocok untuk menambah tekanan air dari tangki? Kalau iya, mohon rekomendasi bapak, pompa air apa yg cocok buat saya?
Letak tangki di lantai 3, sekitar 12 meter ke lantai dasar.
Kapasitas tangki saya 700 liter.
Mohon pencerahannya pak:)
thanks
February 17th, 2009 at 9:10
Pak Hendri, penggunaan pompa non-booster untuk keperluan booster memang seperti itu. Hal ini karena pompa tersebut menggunakan otomatis berjenis pressure switch, sistem kerjanya adalah ketika semua titik air tertutup maka tekanan akan tinggi sehingga pompa akan mati, ketika ada titik air yang terbuka maka tekanan akan berkurang yang akan menyalakan pompa. Pressure switch memiliki spesfikasi besarnya tekanan untuk mematikan dan menyalakan pompa, ketika titik air dibuka tidak penuh maka tekanan yang terjadi di luar spesifikasinya akibatnya ya pompa menjadi hidup mati berulang-ulang seperti itu.
Untuk itu pompa yang sebaiknya digunakan adalah pompa booster, tetapi disarankan hanya pada titik-titik air yang membutuhkan tekanan tinggi seperti shower / water heater atau mesin cuci. Pompa yang dapat digunakan wasser PB60EA atau grundfos UPA15-90. Atau bila ingin pada semua titik dapat menggunakan pompa booster yang lebih besar seperti wasser PB169EA atau grundfos UPA120.
Semoga membantu
February 20th, 2009 at 16:51
Pak Handi,
Thx atas jawabannya.
Berarti penjualnya dulu membohongi saya donk…waktu itu mereka bilangnya pompa booster, tetapi kalo dilihat bentuknyam berarti bukan pompa booster y?
Selain merk di wasser atau grundfos ad gak yg bagus pak?
Kmrn ad yg tawarin merk Walrus, katanya spesial untuk booster dan bisa buat bbrp titik, ad yg 100w & 200w.
February 21st, 2009 at 10:01
@chandra: istilah pompa booster yang seperti saya jelaskan pada artikel ini belum tentu semua toko atau tukang pompa kenal pak. Pompa sumur dangkal atau semi jet otomatis sudah sangat umum digunakan sebagai pompa booster. Selain merk wasser dan grundfos, yang kami kenal ada merk Venezia dan H&L, tetapi bisa saja ada merk-merk lain di luar itu yang tidak kami ketahui. Kualitas merk Venezia dan H&L kurang lebih setara dengan Wasser, tetapi jaringan purna jual belum ada. Kedua merk tersebut belum tersedia di tempat kami. Untuk merk Walrus, mohon maaf kami tidak punya informasinya.
February 21st, 2009 at 16:49
Pak Handi Yth,
Saya memakai pompa WASSER PW131E untuk menghisap dari tandon bawah dan mengalirkan kesemua kran dirumah (2lantai). Air keluar dengan lancar sampai di lantai atas. Namun ada sedikit ketidaknyamanan karena kedengarannya switch automatic nya onoff dengan cepat bila hanya 1 kran yang dialirkan. Kalau lebih dari 1 kran atau 1 kran yang dibuka maximum, hal ini tidak terjadi. Apakah ada cara untuk men-tune tekanan on /off nya sehingga onoff yang beruturutan terus menenus bisa dihindari? Kuatirnya switch itu juga cepat rusak, dan tarikan daya listrik lebih boros karena on off motor itu???
February 24th, 2009 at 14:04
@gunadi: bisa diatur pak, caranya pressure switch-nya dibuka, lalu akan terlihat bagian yang bisa disetel dengan obeng. Terlihat dengan adanya tanda + < -> – . Tinggal diatur sambil dicoba pompanya dengan buka tutup kran untuk memperoleh hasil yang maksimal.
March 10th, 2009 at 10:55
Menyedot air PDAM langsung tidak diperkenankan. Saya menggunakan ground tank untuk menampung PDAM, baru diforward ke water torrent atas pakai pompa Panasonic non automatic 125 W (GP-129JXV) yang suaranya haluuuuus banget.
Dari torrent jatuh bebas dan cukup kencang tapi buat gas heater walau nyala alirannya kecil. Rencana mau pasang pompa booster Grundfos UPA 15-90 sebelum masuk heater. Alternatifnya Wasser yang jauh lebih murah tapi setelah lihat http://halamanagus.blogspot.com/2008/11/blog-post.html jadi ragu sama Wasser.
Salam.
March 10th, 2009 at 15:21
Pak Handi, menarik juga nih pompa boosternya
Kebetulan air dirumah saya kurang lancar mengalirnya
Saya mau tanya, kalau posisi toren di lantai 2, lalu kita gunakan pompa booster untuk shower di lantai 2 kira2 bisa gak ya?
Titik shower itu kan biasanya 2m diatas lantai
Kalau tidak bisa, brp tinggi minimal toren terhadap titik shower untuk pemasangan pompa boosternya? apakah sejajar atau harus selalu diatas titik shower
nuwun kang
March 10th, 2009 at 16:27
@arief: pengalaman pribadi saya, menggunakan pompa booster wasser cukup baik, sudah lebih dari 4 tahun, hanya pernah mengganti kapasitor 1 kali. Mungkin ada saja beberapa produk cacat yang lolos ke pasaran, tetapi itu bukan berarti seluruh produk Wasser jelek. Saya rasa merk lain pun sama. Tapi bila bapak memang ragu dengan merk Wasser, alternatifnya memang tinggal Grundfos saja. Kualitas grundfos tentunya jauh di atas Wasser.
@agung: Sama-sama di lantai 2 tidak masalah pak, selama posisi pompa berada di bawah toren-nya, sehingga air tetap dapat mengalir dengan gravitasi ke pompa.
March 11th, 2009 at 9:16
Pak Handi terima kasih penjelasannya
satu lagi yang ingin saya tanyakan, kalau posisi titik air sekitar 1m diatas pompa, pompa bisa dorong airnya gak ya pak?
March 11th, 2009 at 9:18
@agung: bisa pak.
March 14th, 2009 at 16:21
Pak Handi ,
untuk pompa booster wasser PB169EA or grundfos UPA120:
1.Bila kita buka keran hanya sedikit apakah switch akan mati hidup juga seperti pompa automatic biasa ?
2.Apakah bisa diletakan di outdoor seperti pompa biasa pada umumnya ?
3.Bila saya ingin mengganti dari pompa otomatis saya yg sekarang ke pompa booster apakah ada perubahan lain selain merubah posisi pipa saja agar pas ?
4. di pipa air antara toren ke pompa dorong ada alat yg fungsinya kata tukang biar air tidak terdorong kembali ke toren, harus dilepas atau dibiarkan saja ? karena katanya alat itu bila listrik mati membuat aliran air agak terhambat ,apakah benar demikian ?
March 15th, 2009 at 9:01
@Faisal, kami coba jawab pertanyaan bapak.
1. Switch pompa booster PB169ea dan UPA120 berbeda dengan pompa umumnya, karena menggunakan sistem flow switch, yang tergantung dari adanya aliran air. Sehingga pembukaan kran yang sedikit tidak menimbulkan mati hidup.
2. Pada prinsipnya bisa saja diletakkan di outdor, tetapi lebih baik tidak. Dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal, kami sarankan untuk diletakkan sedekat mungkin ke titik air.
3. Posisi pipa harus disesuaikan lagi dengan pompa.
4. Alat tersebut disebut checkvalve, pada pompa sumur dangkal umumnya memang ada. Tetapi tidak ada pada pompa booster.
March 16th, 2009 at 19:31
menurut saya kalo pasang pompa air mending pake grundfos saja , saya pake udah 6thn tetap baik dan airnya kenceng banget
March 17th, 2009 at 12:06
Pak Handi ,
Saya tertarik dengan automatic pump controller ,tolong jelaskan lebih lanjut pak perbedaan dan kelebihan secara teknisnya dan apakah alat ini bisa menghilangkan masalah mati hidup yg sering terjadi pada pompa dorong biasa bila keran kita buka kecil
thx
March 17th, 2009 at 14:23
Pak Handi,
saya berencana mo pasang pompa bosster, kira2 bosster yg cocok seperti apa ye?
kondisinye yakni pake penampung air di lantai 2 (7m dr tanah), ada empat titik yaitu lantai atas untuk mesin cuci (5m dr penampung) dan sower (2m dari penampung) dan lantai bawah untuk sower (6m dari penampung) dan water heater (6m dr penampung)
terima kasih
April 11th, 2009 at 18:47
Halo Pak Handi,
saya berencana pasang solar water heater, dan air yang masuk ke water heater berasal dari toren. Air dingin ke semua keran di bawah juga rencananya akan berasal dari toren, pakai gravitasi (rumah masih dalam tahap pembangunan)
saya punya 2 kamar mandi yang berdekatan, yang keduanya memiliki instalasi air panas + dingin.
Pertanyaannya : apabila saya mau pasang booster, bagaimana cara yang paling efektif? Dalam artian, berapa booster yang dipasang dan diposisi mana?
Terima kasih atas ya pak,
rgds
susanto
April 12th, 2009 at 9:24
Pak Handi, thanks website anda sangat berguna sekali bagi saya dan saya banyak mendapatkan pencerahan sekarang.
Pak saya di rumah (1 lantai) ada 7 titik terdiri dari 2 KM shower, 1 KM bak dan sisanya seperti dapur, carport, tempat cuci baju, dll.
Melihat banyaknya titik dan jarak yang cukup berjauhan untuk KM apakah memungkinkan kalau saya pasang 2 booster. Satu booster utama (besar) dari torent ke semua titik dan kemudian 1 pompa booster kecil khusus untuk kamar mandi utama.
Apakah ada efeknya tidak untuk booster kecil dengan pemasangan seperti itu kemudian untuk booster besar apakah lebih baik diletakkan di atas dekat torent atau di lantai ?
Terima kasih.
April 13th, 2009 at 9:53
Maaf semuanya, baru saya jawab skrg.
@faisal: pada pompa booster menggunakan flow switch sebagai otomatisnya, sehingga akan mengurangi masalah hidup mati pada pompa. Cara kerjanya adalah dengan ada sensor yang akan mengetahui ada tidaknya air yang mengalir melalui sensor tersebut. Bila ada maka akan menyalakan pompa, bila aliran berhenti akan mematikan pompa.
@karno: bisa menggunakan pompa booster yg wasser pb169ea atau grundfos upa120. Cukup diletakkan pada titik sebelum pencabangan ke 4 titik air tersebut.
@susanto: pompa booster bisa satu digunakan untuk air masuk ke solar water heater untuk ini cukup ya kecil saja pb60ea atau upa15-90. yg satu lagi digunakan untuk instalasi air dingin karena tidak posisi titik air berdekatan, cukup menggunakan yg kecil juga. Dengan kedua booster ini sudah cukup. Tetapi bila diperlukan dapat juga menambah 1 pompa booster lagi pada instalasi air panas, keluaran dari solar water heater. Untuk ini hanya dapat menggunakan booster merk Wasser karena mempunyai fitur hingga suhu 110 derajat.
@andreas: kondisi demikian memang sebaiknya menggunakan 2 booster seperti itu. Peletakkan booster besar sebaiknya diletakkan di lantai, atau pada posisi di mana air pasti mengalir ke pompa tersebut dengan gravitasi. Tetapi sebaiknya di cek dulu apakah pada KM utama tekanan air sudah cukup, bila kurang baru ditambahkan pompa booster.
April 20th, 2009 at 9:02
Pak Handi,
Saya pakai pompa jet pump merk FEMA, kedalaman air 15 M, permukaan air 10 m, tekanan pada pompa cuma 5 bar sehingga air keluar kecil, bagaimana caranya biar air keluar lebih kencang
April 20th, 2009 at 17:01
Untuk ukuran jet pump, tekanan 5 bar seharusnya sudah cukup kencang pak. Karena maksimal tekanan pompa 6 bar. Dan pada 6 bar, otomatis akan hidup utk mematikan pompa. Apakah jarak outlet jauh?
April 27th, 2009 at 16:45
Maaf pak saya salah lihat bukan 5 bar tapi 3,5 bar, jarak tesen dari pompa 4 meter apa ada pengaruhnya, outlet 3 meter ,tanpa tabung juga 3,5 bar pipa tidak ada yang bocor
Terima kasih.
April 28th, 2009 at 0:48
Salam kenal pak Handi, webnya sangat membantu sekali
Rumah saya dua lantai letak torrent di lantai 2, ada 3 kamar mandi dua di lantai bawah satu di lantai dua, yang mau saya tanyakan pompa booster type apakah yg cocok untuk pemakaian tersebut, trus apakah booster pump tersebut bisa di gunakan 2 arah karna pipe line di rumah saya hanya menggunakan satu titik sumber yaitu digunakan untuk mengisi torrent lewat PDAM dan di gunakan sebagai outlet dari torrent apabila PDAM mati. Terimah kasih mohon pencerahannya karna saya uda terlanjur membeli pompa air dangkal otamatis biasa, yg tadinya akan sya gunakan untuk menambah pressure jikakalau PDAM mati, dan lebih sayang lgi saya baru nemu web ini setelah sya beli pompa hehe…
thanks.
April 29th, 2009 at 9:47
Dear Pak Handi,
Terimakasih, websitenya sangat membantu.
Pak, apakah bisa beli water flow switchnya saja, karena pompa boosternya sudah ada.Kalau bisa berapa harganya dan bagaimana cara pembeliannya.
terimakasih atas bantuannya.
salam
Adi
April 30th, 2009 at 10:00
@indra: untuk 3 kamar mandi perlu yang besar, wasser tipe PB169EA atau grundfos tipe UPA120. untuk 2 arah tidak bisa pak, tapi mungkin bisa diatur dari pemipaannya supaya bisa dibuat seolah-olah 2 arah.
@adi: mohon maaf flow-switch-nya saja belum ada.
May 6th, 2009 at 14:40
Yth. Pak Hendi,
Pompa booster mana yang cocok untuk pendorong dari Solar water-air hangat (posisi di atap atas lt.2) ke shower km. mandi (2 di lt.2 dan 1 di lt.1, hanya untuk jika ada tamu menginap).
Dimana meletakkan pompa tersebut antara toren ke solar water, atau antara solar water ke pipa shower?
Mohon info harga pompa wasser PB 60 EA, PB 169 EA dan Grundfos UPA 15-19, UPA 120.
May 21st, 2009 at 0:02
Pak Hendi,
Karena menggunakan Water heater Gas, saya butuh tekanan air yang besar agar pemanas air bekerja. 2(dua) kamar mandi (utama dan anak) yang menggunakan water heater gas berada di lt.2. Jalur pipa berbeda, karena salah satunya, kamar mandi baru. Satu jalur ada di Lt.2 (KM baru), satu lagi lewat plafon Lt.1 baru naik ke Lt.2.
Posisi Toren ke 2 kamar mandi cukup dekat +/-3 mtr, tp kalau panjang pipa pasti lebih panjang. Untuk kondisi yg ada, sepertinya posisi ideal booster di pasang setelah toren.
Tadinya saya sdh mau beli Sanyo PWH-136A (seperti rumah lama), tp setelah baca artikel bapak, saya baru tahu ada pompa booster yang khusus untuk mengatasi masalah aliran air yg kurang kencang. Saya sebenarnya sudah pas dgn tipe Grundfos UPA 15-19 karena hanya watt kecil, kualitas ok dan cukup untuk 2 kamar mandi. Tp karena jalur pipa yang berbeda, apakah cukup kuat aliran di Kamar mandi Lt.2 apabila ada yang membuka keran di lt.1 (i.e. Keran dapur, keran cuci mobil).
Kalau Wasser tipe besar PB-169EA, secara watt memang jauh lebih besar (80-130watt) tp daya dorongnya kok bedanya tidak banyak dengan Grundfos UPA 15-19 yang cuma 40watt, Wasser daya dorong max 10meter vs. Grundfos 9meter?
Dilihat dari kekuatan dorong mungkin lebih aman pakai Grundfos UPA 120 yang bisa sampai 12.5meter, tp kok wattnya besar sekali, 235 watt? Apakah Watt pompa booster ini seperti Pompa air sumur dangkal yang tarikan pertama, watt tertera di x2 atau x3?
Terima kasih sebelumnya.
June 25th, 2009 at 15:04
Yth p Handi,
sudah 2 minggu ini saya pasang pompa wasser PB60EA untuk satu shower, pada awalnya air dapat keluar dengan deras (saya dapat mandi pake shower dgn nyaman), tp kemarin air yang keluar koq melemah ya (shower tidak sederas biasanya) trus suara pompanya juga lebih lemah dari biasanya, mohon pencerahannya (pompa saya pasang 2m dari titik shower / 1m dari kran shower).
di mesin wasser ada tulisan ” vent air before start up ” maksudnya bagaimana ?
dan tolong diterangkan step by step cara pemasangan yang benar.
terima kasih
June 25th, 2009 at 17:54
@ Dedi: untuk pertanyaan ini, kami jawab melalui halaman ini http://www.perkakasku.com/detailprod.php?prodid=PO097R1comm-474
June 28th, 2009 at 19:56
pak !
saya akan merancang pompanisasi dengan memakai pompa dap seperti di tambak.
pompa hanya mempunyai kapasitas dorong saja.
bak penampung dibuat dengan ketinggian 1,5 m dengan kapasitas 3 x 5 x 1,5 m.
kemudian pipa diturunkan, dan ditanam sejauh 100 m, kemudian dinaikan lagi.
beda elevasi bak dengan titik di 100 m adalah 50 cm. yang ingin saya tanyakan ….
dengan menggunakan pipa 2 x 8″, apakah mampu air mengalir ke titik 100 m, dengan ketinggian bak seperti itu…….
terimakasih banyak tuk jawabannya….
saya tunggu di email !
July 13th, 2009 at 11:38
Pak.
Mau nanya, saya mau instal tandon bawah tanah, airnya bersumber dari PDAM (setahu saya PDAM tidak boleh disedot langsung). Kalau dipasang dibawah tanah bagaimana indikatornya bahwa air sudah penuh dan jenis tandon apa yang langsung punya indikator tersebut. Jenis pompa apa yang cukup kuat untuk menarik air sampai ke lantai 2
Terima kasih
Sophian
July 18th, 2009 at 13:54
Saya punya Pompa Shimizu PC250Bit namun sudah lama ga terpakai karena buat cadangan disamping airnya kurang bagus/berbau, namun karena sudah lama tidak dijalankan mesin pompanya tak mau hidup. Kira2 apa yang harus dilakukan? Terima kasih
August 7th, 2009 at 10:46
pak kalau mau konsultasi teknis kemana yah? saya sudah beli pompa ini dan udah terpasang, semua udah ok. tapi ada gangguin dikit. yaitu ketika saya buka kran wastafel, kok dia idup mati. jadi airnya deras, kecil, deras, kecil gitu….tapi begitu saya buka kran 1 lagi, baru langsung lancar.
kemudian sudah seminggu ini, ketika kran semua tertutup pompanya nyala hidup sendiri. saya udah cari kebocoran gak ada. itu kenapa yah?
makasih
October 1st, 2009 at 10:35
@fenty: untuk posisi lebih dekat ke titik air lebih bagus, bila spesifikasi solar water heater membutuhkan tekanan maka diletakkan sebelum solar water heater. Bila tidak membutuhkan tekanan tertentu dapat diletakkan setelah solar water heater, pada posisi ini hanya dapat menggunakan merk Wasser. Untuk harga dapat langsung di cek di webstore kami http://www.perkakasku.com
@budi: Daya dorong memang tidak berbeda jauh tetapi pada jarak tersebut kapasitas / debi air yang dikeluarkan tentunya berbeda. untuk grundfos pompa booster upa120 waktu start kemungkinan perlu daya 2 kalinya. Sedangkan 15-90 menjadi 3 kalinya.
@moezart: jarak 100 meter tidak telalu masalah, tetapi elevasi 50 meter ini yang terkadang tidak dapat dicapai untuk pompa pendorong. Harus dilihat dahulu spesifikasi pompanya, mungkin perlu pompa multi-stage untuk dapat mencapai jarak tersebut.
@sophian: indikator seudah penuh atau belum dapat menggunakan pelampung atau liquid level switch atau banyak disebut juga sebagai radar. Untuk menghisap dari tandon dan mendorong hingga ke lantai 2, dapat menggunakan pompa sumur dangkal.
@dedi: bila sudah lama tidak digunakan biasanya harus dibongkar dengan membersihkan ruangan impeller-nya karena biasanya banyak endapan kotoran yang mengeras dan menyebabkan impeller tidak dapat berputar.
@artofbo: silahkan hubungi langsung kami di telpon atau YM. Mungkin dapat digambarkan skema pemasangan pompa dan struktur jaringan pompa di rumah bapak. Agar kami dapat menbantu lebih baik.
October 8th, 2009 at 8:30
Belum lama ini saya beli pompa dorong merek Showfou http://www.showfoupump.com/centrifugalpumps/ua/index.html
Menurut penjual pompa ini special dorong. Daya kerja cukup baik. Tetapi akhir akhir ini kalo kran sudah ditutup pompa masih hidup terus (tidak stop). Kebetulan saya pakai air tanah dan pompa tersebut pertama kali mendorong air ke tabung filter, kalo stop kran filter saya tutup, pompa langsung mati. Saya coba cari siapa tahu ada air yg netes/bocor, kelihatanya tidak ada.
Thanks.
October 9th, 2009 at 9:17
Pak, sebaiknya pemasangan pompa dorong/booster itu setelah atau sebelum filter tabung?
November 10th, 2009 at 15:04
selamat sore pa.kami minta info untuk pompa groundfos air panas ada atau tidak ya,kami gunakan untuk pemanas air tenaga matahari rumah tangga.hrg berapa pa?
November 22nd, 2009 at 14:34
@agus: biasanya antara filter dan kran ada bocor, atau kran sudah tidak berfungsi dengan baik.
Pemasangan pompa booster tergantung kebutuhan filter, bila filter membutuhkan tekanan maka sebaiknya ditaruh sebelum filter. Bila filter tidak membutuhkan tekanan, dapat ditaruh sesudah filter.
@wahyu: sementara ini spec pompa grundfos belum ada yang dapat digunakan untuk air panas. Baru ada merk Wasser saja.
December 1st, 2009 at 15:07
Pak andi : Dirumah saya pasang pompa air sumur dangkal Wasser 125 watt sbg pendorong dr toren ke 9 titik. Saya berencana mengganti fungsi pressure switch dg flow switch. Yg saya tanyakan :
1. Dimana saya dptkan flow switch yg bagus dan murah pak?
2. Bagaimana cara menurunkan konsumsi watt pompa seperti pd booster pump wasser pb-169ea
Terimakasih
December 26th, 2009 at 22:59
Pak Andi,
Di rumah saya menggunakan pompa sumur dalam merk Shimizu, nah dari pompa ini air naik ke tower bawah, lalu masuk ke filter, dari filter ini kemudian pindah ke tower atas dan selanjutnya ditambah tekanannya (jika menggunakan air panas) menggunakan Pompa Sanyo kecil PH-136 (dengan tambahan otomatis kit) nah, apakah instalasi diatas sudah benar?
Saya ingin menggunakan water heater, setelah lihat2, saya tertarik ke Ariston, namun saya kawatir penggunaan listriknya boros (1.200 watt), apakah benar demikian?
penggunaan normal aja untuk 2 orang
Terimakasih atas saran dan penjelasannya
January 5th, 2010 at 18:55
@restu: Flow switch yg tersedia di tempat kami sementara ini hny merk grundfos seharga rp. 250rb. Penggunaannya juga perlu sedikit modifikasi karena tidak di desain untuk dipasang selain di grundfos. Selain itu belum ada.
Pompa booster wasser pb169ea memang sudah didesain untuk ada pengaturan listrik. Selain itu maaf kami belum punya informasi.
January 10th, 2010 at 11:42
Mohon bantuan:
Saya baru beli Wasser PB60EA sudah pake 2 minggu dan tidak ada masalah, sampai tiba-tiba pompa ngak mau hidup, padahal air tetap mengalir (grafitasi), kadang pompa menjadi panas. Kemudian pompa saya lepas dan saya coba nyalakan pada posisi swith I, pompa tetap tidak mau hidup, bagaimana memperbaikinya? Saya tinggal di Serang Banten dan cukup jauh dengan pusat servis terdekat (Jakarta). Terima kasih.
January 10th, 2010 at 12:16
@jeffry: Pada dasarnya instalasi sudah benar. Untuk waterheater Ariston kalo tidak salah ada yg hanya 500 Watt. Cukup untuk penggunaan 2 orang.
@irawan: biasanya bagian sensor otomatisnya ada kotoran, sehingga tersumbat atau terganggu fungsinya. Apakah air tetap lewat walaupun pompa tidak jalan? Untuk memperbaikinya cukup dibersihkan. Caranya buka bagian panel listriknya dahulu karena mengganjal bagian sensornya. Selanjutnya buka bagian sensor otomatis yang letaknya dekat pipa outlet.
January 12th, 2010 at 8:12
Pak,
Tolong info mengenai mounting nya, apakah ada braket atau hook.
Mohon info ini sehubungan dengan pemasangan di dinding dekat water
heater.
Thanks untuk info nya
Stefanus
January 12th, 2010 at 8:41
Pak Handi,
Satu lagi pertanyaan saya, berapakah minimum flow supaya pompa
bisa hidup secara automatis.
Thanks
January 13th, 2010 at 20:26
@stefanus: bracket tidak disediakan, dan anda harus menyiapkan dudukan untuk pompa ini sendiri. Minimum flow tidak ada ketentuan khusus. Biasanya selama ada pergerakan air maka pompa akan otomatis menyala sendiri.
January 19th, 2010 at 16:32
pak handi yth.
saya ingin bertanya. saya merencanakan memasang toren dengan ketinggian 3 m dari atas tanah (karena situasi dan kondisi tidak memungkinkan untuk memasang lebih tinggi lagi). namun demikian rumah saya 2 lantai, dimana pada lantai 2 terdapat kamar mandi dengan shower. jarak mendatar dari toren ke kamar mandi ini kurang lebih 10 m sedangkan selisih tinggi antara toren dengan titik air shower kurang lebih 2 m. yang menjadi pertanyaan bisakah pompa booster ini digunakan, jika ya sebaiknya yang mana dan tipe apa. kemudian di pasangnya dimana, dekat dengan toren atau dekat dengan titik shower.
terima kasih pak.
January 20th, 2010 at 7:35
Pak Handi,
saya sudah pasang Grundfos upa 15-90 di inlet water heater ariston 30 l, air dingin dari tangki air (4 m tinggi).
Di inlet water heater tekanan di hasilkan +- 1 bar sedangkan air dingin dengan gravitasi +- 0.4 bar, akibatnya air panas lebih keras dari air dingin, kalau keran diatur supaya temperatur air campurannya ok, pompanya mati karena minimum flow nya 1.5 l / menit utk menghidupi pompa secara automatis tidak tercapai akibatnya air menjadi dingin lagi. Kalau temperatur setpoint di water heater diturunkan air panas cepat habis, mungkin pak Handi ada ide mengatasi masalah ini.
February 19th, 2010 at 10:48
Rumah kami menggunakan 2 Pompa air (1 jet pump 250w LG Wilo sedot 16m hanya untuk mengisi torn & 1 pompa 125w sedot 7m Sanyo juga mengisi torn & tersambung dengan jaringan pipa). Torn (125L x 2) berada di Dak jemuran dengan ketinggian 4m dari tanah. Titik keperluan air terkumpul di akhir pipa +/- 3m dari torn & turun 50cm (air keluaran torn + tambahan tekanan pompa Sanyo 125w dipecah menjadi 2) pipa 1 menuju km. mandi utama, cuci piring, mesin cuci & water heater, kemudian pipa 2 menuju km. mandi tambahan & cuci piring tambahan. Saya ada 2 opsi untuk menggunakan booster pump. Opsi 1 saya menggunakan booster pomp Wasser 169 dan dipasang di keluaran torn dan Opsi 2 saya hanya akan menggunakan booster pomp Wasser 60 di inlet Water heater (sebagai info, water heater saya modena low pressure capable dan saat ini dapat menyala tetapi tanpa shower). Bagaimana menurut A Handi ? Hatur nuhun.
March 16th, 2010 at 11:07
Saya memasang pompa booster Grundfos UPA 15-90 kira-kira 1,5 tahun lalu. Posisi pompa ada di dekat water torn. Selama ini berjalan bagus, tetapi kemarin ketika membuka kran, tidak ada tekanan samasekali (hanya gravitasi saja).
Saya pikir aliran listrik putus, namun setelah saya cek ternyata normal.
Saya coba buka kran sambil mengikuti petunjuk Pembuangan Angin.
Setalah itu saya cek kembali, ternyata masih belum menghasilkan tekanan.
Saat saya pegang pompa tersebut, ternyata HANGAT, jadi saya pikir pompa ini masih bekerja (nyala).
Kira-kira, kerusakannya ada dimana ya Pak?
Terima kasih sebelumnya.
March 20th, 2010 at 13:14
Coba di cek bagian flow switch-nya pak, umumnya bagian tersebut harus dibersihkan. Thx.
April 16th, 2010 at 11:48
Pak Handi yth,
Saya ingin bertanya kepada bapak, saya akan membuat sumur bor dengan kedalaman lebih kurang 50 meter dan bak penampung air berjarak lebih kurang 100 m dari sumur bor (Horizontal). bila saya ingin vol air 5000 lt per jam untuk di tampung di dalam bak penampungan, type mesin pompa air apa yang harus saya pakai. dan saya merencanakan akan memakai merek grundfos.
terima kasih.
April 16th, 2010 at 16:16
Untuk mencapai kapasitas 5000 lt/jam Perlu pompa grundfos submersible tipe sp5a-17 Harga + Motor = 8.5 jt. Spesifikasi lengkapnya bisa di lihat di halaman ini : http://www.borepumps.com.au/prod70.htm
May 9th, 2010 at 22:36
Pak Handi yang terhormat,
Ada beberapa hal yg ingin saya tanyakan.
Saya bingung memilih jenis/merek/type pompa air untuk keperluan rumah saya.
Rumah saya, 1 lantai terdiri dari,5 kran biasa,1 shower dan 1 water heater (paloma) utk 1 kamar mandi. Sumber air kami,menggunakan air tampungan bawah (PDAM) dng kapasitas 1050 lt,kedalaman kurang dr 2 meter (toren penguin saya tanam).untuk memenuhi kebutuhan air dan pasokan air utk rumah kami,Perlukah dibuat penampung atas (tower)?seberapa besar & tinggi?(tinggi plafon rumah kami 4 meter).
kemudian pompa jenis/merek/type apa yg harus kami gunakan untuk menghisap/menaikkan air?
Mohon pencerahan Pak.
Terima Kasih.
June 24th, 2010 at 13:48
Yth. Pak Handi,
Saya baru saja pasang water heater Paloma, ternyata tekanan air lemah shg pemantik tidak berfungsi. Saya hanya pasang 1 water heater di kamar mandi utama, dg 3 titik kran. Apakah pemakaian Wasser 60EA sudah mendukupi? Saya ada di ciledug-tangerang, kalau saya pesan mesinnya dg kartu kredit, bgmn mekanismenya dan brp lama barang saya terima.
July 16th, 2010 at 14:46
Yth, Pak Hadi
PDAM ditempat saya terlalu lemah, sedangkan untuk bikin tandon bawah tidak memungkinkan. saat ini saya pakai pompa lama dari modelnya kelihatannya tipe air dangkal 125 W, spec gak jelas karena bawaan pemilik lama untuk mengisi tandon di atap LT2 +/-12m kalau air PDAM lemah pompa tidak bisa isi tandon, apakah pompa tsb bisa diservis saja?
Adakah sistem kontrol dimana bila tidak ada air di line pipa/PDAM mati motor tidak bisa di start?
Kalau saya mau pindah posisi pompa sehingga jarak Pompa ke tandon 12M Horizontal + 12 m Vertical pompa tipe apa yang sebaiknya saya beli?
terimakasih sebelumnya
July 16th, 2010 at 19:54
untuk itu bisa menggunakan pompa sumur dangkal biasa, bisa coba diservis dahulu pompa sebelumnya. Untuk kontrol / sensor yang mematikan pompa bila tidak ada air dari sisi PDAM. Sehingga mau tidak mau harus dilakukan secara manual, atau pengecekan sendiri.
July 19th, 2010 at 9:08
Membaca beberapa komentar/jawaban bapak bahwa pompa otomatis sering terjadi (Konsekuensi umur pressure switch / otomatis lebih pendek )…sepertinya saat ini terjadi pada Pompa merk MEIJI milik saya ,biasanya saya cabut aliran listriknya beberapa saat dan akan kembali normal tapi sekarang sudah lebih dari 10Jam namun sang pompa tidak menunjukkan kehidupan ,gimana solusinya Pak ??? Sbg catatan saya gunakan pompa tsb hanya sebagai pendorong u/keperluan didalam rumah( bukan dari sumur karena sumur memiliki pompa sendiri ) , 1 lagi si Meiji ini -/+ baru berumur 4bulanan….terima kasih atas jawabannya.
July 21st, 2010 at 8:08
Pak perkakas yg budiman…pompa sy tekanan maksimal hanya bisa 4.0 bar dan saat dibuka keran lebih dari 1 maka electric waterheater menjadi kecil. Yg sy tanyakan: apakah tekanan bar bs bertambah dan apa pengaruhnya (switch sdh sy atur maksimal), pompa apa yg suaranya silent/halus dan brp harganya. bpk di bdgnya dimana. saat ini sy pakai pompa merk eva 370watt utk sumur dalam dan ada 6 titik keran tanpa torn. trims
July 23rd, 2010 at 10:00
Pak Handi yth,
Saya baru beli booster pump wasser PB169EA dan sudah saya instalasi posisi dibawah water torn head minus (-) 1m melayani 3 water heater shower dengan head berturut-turut untuk ketiganya (-) 1 m, 3 m dan 3 m mulanya berfungsi dengan baik walaupun hanya satu unit shower yg bekerja bahkan jika ketiganya bekerja sekaligus. Tetapi baru satu minggu kemudian otomatisnya (Flow switch/magnetik switch) jika shower hanya beroperasi satu unit selalu on-off yg saya duga adanya effek “water hammer” sehingga tekanan air dalam pipa berosolasi yg mengakibatkan gelombang bolak-balik sehingga katup/switch otomatiknya membuka dan menutup. Mohon bantuan solusi yang tepat terimakasih atas pencerahannya. Salam (Arson di Bandung)