Tips Pemilihan Pompa Air Rumah Tangga
Posted at 16:57 by HandiBanyak sekali jenis pompa air rumah tangga yang beredar di pasar, untuk dapat memilih pompa air yang tepat sebenarnya tidak terlalu sulit. Yang penting anda memiliki informasi yang akurat sebelum membeli. Tanpa informasi tersebut bukan anda saja yang bingung, toko penjual pompa pun akan bingung memilihkan pompa yang tepat untuk anda. Pada artikel ini kami akan menjelaskan informasi apa saja yang diperlukan, dan berdasarkan informasi tersebut pompa jenis apa saja yang dapat anda gunakan.
Informasi yang paling penting untuk anda ketahui adalah jenis sumber air, apakah berasal dari sumur bor, sumur gali, penampungan air? Setelah itu anda perlu mengetahui berapa kedalaman permukaan air sumber air terutama pada saat musim kemarau. Informasi mengenai kedalaman permukaan air seringkali salah, karena menurut pengalaman kami yang sering diberikan oleh konsumen adalah kedalaman sumur. Kedalaman sumur tentunya berbeda dengan kedalaman permukaan air. Yang pasti kedalaman sumur harus lebih dalam dari kedalaman permukaan air. Kedalaman permukaan air adalah jarak dari permukaan air hingga ke pompa air secara vertical. Untuk mengetahui kedalaman permukaan air, biasanya anda tinggal bertanya kepada tukang bor-nya. Biasanya mereka memiliki pengalaman untuk mengetahui berapa kedalaman permukaan air di tempat anda. Bila sumber air yang akan anda gunakan adalah sumber air yang lama, anda dapat mengukur sendiri ketinggian air dengan memasukkan paku yang diikat dengan benang. Anda harus mengulur dan menarik tali tersebut, hingga pada ketinggian tertentu paku tersebut basah.
Pada informasi spesifikasi pompa air, anda dapat membandingkan kedalaman permukaan air dengan informasi daya hisap. Tetapi anda tidak dapat 100% berpatokan dengan informasi daya hisap, karena umumnya standard yang digunakan oleh produsen pompa air adalah kedalaman permukaan air maksimal yng di mana air dapat terhisap. Maksimal belum tentu optimal, karena pada daya hisap maksimal, bisa jadi anda hanya mendapatkan air sejumlah 1 liter, dalam waktu 1 jam. Kami kira ini sangat tidak efisien. Oleh karena itu, di sini kami akan berusaha menyampaikan permukaan air yang optimal atau maksimal yang layak digunakan untuk masing-masing jenis pompa air. Dengan demikian anda memiliki gambaran pompa jenis apa yang tepat.
Bila kedalaman permukaan air kurang dari 7 meter, maka anda cukup menggunakan pompa sumur dangkal. Jenis pompa air sumur dangkal di sini dapat berjenis manual atau otomatis, dengan daya listrik 125 watt atau 200 watt. Pada pompa air sumur dangkal daya listrik yang lebih besar bukan berarti daya hisap semakin dalam, karena pada jenis pompa ini daya hisap optimal hanya hingga kurang lebih 7 meter. Dengan daya 200 watt, kapasitas air, dalam arti volume air yang dikeluarkan oleh pompa per jam, lebih besar daripada yang 125 watt. Pada informasi spesifikasi pompa air, rata-rata produsen mencantumkan daya hisap 9 meter, tetapi bila kedalaman permukaan air sumber air anda antara 7 hingga 9 meter, kami tidak menyarankan anda menggunakan pompa jenis ini. Perkecualian untuk pompa sumur dangkal merk Shimizu tipe PS-226 Bit dan PS-230 Bit, berdasarkan pengalaman kami, pompa shimizu tipe ini sanggup menghisap secara optimal hingga kedalaman 8 meter. Beberapa tukang pompa, juga dapat menyarankan anda untuk menggantung pompa air di dalam sumur (bila sumur berjenis sumur gali), untuk mengejar kedalaman permukaan air, sehingga anda dapat menghemat tanpa harus membeli pompa air tipe yang lebih tinggi dan tentunya lebih mahal. Tetapi anda harus mencermati, apakah kedalaman permukaan air sumur tersebut pada musim hujan dan kemarau berbeda jauh? Karena jangan sampai pada musim hujan, ketinggian permukaan air dapat merendam pompa air anda, yang akhirnya malah merusak pompa air anda.
Bila kedalaman permukaan sumber air anda berkisar antara 7 hingga 9 meter, kami menyarankan anda untuk menggunakan pompa air sumur dangkal tipe semi jet pump. Informasi spesifikasi daya hisap dari produsen umumnya mencantumkan 11 meter. Tetapi pompa semi jet pump lebih optimal untuk digunakan pada ketinggian permukaan air hingga 9 meter. Ini berlaku untuk pompa semi jet pump berdaya listrik 100 watt atau 250 watt. Seperti pompa air sumur dangkal, daya listrik yang lebih besar bukan berarti daya hisap yang lebih dalam, tetapi daya hisap yang lebih besar memiliki daya dorong yang lebih besar dan kapasitas air yang lebih besar pula. Pompa semi jet pump jarang sekali digantung di dalam sumur, karena umumnya terlalu berat, sehingga sangat riskan untuk jatuh.
Bila kedalaman permukaan sumber air anda lebih dari 9 meter, maka anda sebaiknya menggunakan pompa air berjenis jet pump. Dengan menggunakan pompa air jenis ini, maka sumur minimal harus memiliki diameter 4″, agar ventury jet dapat masuk ke dalam sumur. Berbeda dengan pompa sumur dangkal dan semi jet pump, pada pompa jenis ini, watt yang lebih besar memiliki daya hisap yang lebih dalam pula. Tetapi tetap saja informasi spesifikasi pompa dari produsen tidak dapat menjadi patokan anda dalam menentukan pompa dengan berdaya listrik yang tepat.
Untuk kedalaman permukaan air hingga 12 meter, anda dapat menggunakan pompa jet pump berdaya listrik 125 Watt atau 150 Watt. Pompa jet pump berdaya listrik kecil ini, saat ini termasuk yang sulit ditemukan di pasaran dan hanya diproduksi oleh 2 merk, yaitu merk Panasonic (GN-125H, 125 Watt) dan Shimuzu (PC150 BIT, 150 Watt). Pada informasi spesfikasi produk dari produsen pompa jenis ini umumnya disebut memiliki daya hisap hingga 15 meter. Untuk kedalaman permukaan air lebih dari 12 meter ada patokan standar yang umumnya sudah diketahui oleh toko atau tukang pompa, yaitu : 15 meter adalah kedalaman maksimal yang optimal untuk pompa jet pump 250 Watt atau 300 Watt, 18 meter untuk yang berdaya 375 Watt, dan 20 meter untuk yang berdaya 500 Watt. Lebih dari patokan tersebut umumnya kapasitas air yang keluar dari pompa air sudah tidak optimal untuk penggunaan rumah tangga yang sederhana sekali pun. Jangan terkecoh dengan informasi spesifikasi daya hisap dari produsen, yang umumnya mencantumkan 30 meter untuk pompa jet pump berdaya 250 Watt atau 300 Watt, 40 meter untuk berdaya 375 Watt, dan 50 meter untuk berdaya 500 Watt.
Standard atau patokan di atas dapat dikatakan sama untuk semua merk, sehingga pompa air berdaya sama tetapi berharga lebih mahal, tidak berarti memiliki daya hisap yang lebih baik. Perbedaan harga pada masing-masing merk, lebih pada kualitas dari lilitan motor, yang mempengaruhi panjang pendek umur pompa, kualitas bahan body, komponen motor dan elektronik dan juga layanan purna jualnya.
Bila kedalaman permukaan air anda sudah melebih 20 meter, anda sudah sangat disarankan untuk menggunakan pompa air berjenis submersible. Untuk jenis-jenis pompa submersible yang sesuai berdasarkan permukaan airnya, akan kami jelaskan di lain waktu.
Informasi lainnya adalah hingga ketinggian berapa, air akan disalurkan. Daya dorong juga dipengaruhi oleh berapa kedalaman hisapnya. Makin pendek daya hisap, makin jauh daya dorongnya. Bila menggunakan pompa jet pump atau semi jet dengan daya hisap optimal sesuai dengan standar di atas, sebaiknya anda menggunakan penampungan air yang dekat dengan pompa. Sehingga anda perlu menggunakan 2 pompa, satu pompa untuk menghisap dari sumur, satu pompa lagi untuk menghisap dari penampungan ke penampungan di atas atau untuk langsung di pakai. Kecuali anda menggunakan pompa tersebut hanya untuk keperluan satu lantai dengan 1 hingga 2 titik air saja.
Informasi lain yang perlu diketahui adalah berapa kapasitas daya listrik rumah anda, karena daya listrik pompa pada saat start selalu 2 kali daya listrik normalnya. Sebagai contoh, pompa air sumur dangkal berdaya listrik 125 watt, pada saat start memerlukan daya listrik 250 watt. Bila rumah anda hanya memiliki daya listrik 450 watt, anda tidak dapat menggunakan pompa jet pump atau pompa semi jet pump berdaya 250 Watt ke atas. Bila rumah anda berdaya 900 watt, anda dapat menggunakan jet pump hingga 375 Watt, tetapi mungkin perlu dipertimbangkan untuk meningkatkan daya listrik anda 1300 watt, karena bila digabung dengan perangkat listrik dan elektronik lainnya bisa jadi kurang. Yang perlu diperhatikan bila anda memilih menggunakan pompa jet pump berdaya 500 watt. Karena khusus untuk tipe ini daya listrik yang diperlukan pada saat start adalah 3 kali daya normal, sehingga menjadi 1500 watt. Oleh karena itu untuk dapat menggunakan pompa ini, kapasitas daya listrik di rumah anda minimal sudah berdaya 2200 watt. Ada beberapa merk yang pompanya tetap hidup walaupun daya listrik anda 1300 watt, tetapi umumnya daya hisapnya menjadi jauh berkurang, sehingga kami tetap menyarankan anda memiliki kapasitas daya listrik 2200 watt.
Informasi terakhir yang anda butuhkan tentunya adalah budget anda. Karena ini mempengaruhi merk apa yang akan beli. Perlu kami tekankan sekali lagi standard daya hisap di atas, dapat dikatakan sama untuk semua merk, baik itu merk kelas termurah seperti Pompe, Airlux, dan lain-lain , merk menengah seperti Shimizu, Wasser, Panasonic, DAB, DABAQUA, Multipro, dan lain-lain, bahkan merk kelas atas seperti Grundfos, Pentax, Pedrolo, Sanyo, Hitachi. Sehingga memilih merk yang sesuai tergantung dari budget dan juga preferensi merk yang anda miliki.
Semoga informasi ini dapat membantu anda untuk memilih pompa air yang tepat. Sekali lagi selamat berbelanja!

October 4th, 2008 at 16:50
Informasi sangat membantu pak.. thanks…
October 8th, 2008 at 8:19
Terima kasih atas infonya…. sangat bermanfaat.
October 15th, 2008 at 9:42
thank’s pak infonya..
btw mau tanya, jika 12 meter kualitas air nya jelek (berminyak & zat fe) nya tinggi
apakah mungkin jika di kedalaman 25 meter air akan bagus pak
October 15th, 2008 at 10:53
Pak Paul, tergantung daerahnya pak, tetapi biasanya semakin dalam semakin bagus, dan pastikan pemasangan casing bagus, sehingga tidak ada rembesan dari air pada ketinggian 12 meter.
October 20th, 2008 at 10:20
saya mau cari pompa isap yang bisa isap sampai kedalaman 100 meter ada nggak pak
October 20th, 2008 at 13:52
Pak,
Mau tanya,
1. Untuk ukuran pipa inlet & outlet, apakah sebaiknya mengikuti ukuran bawaan pompa?
2. Pemasangan pipa Inlet dan outlet pada pompa air sebaiknya harus dengan ukuran pipa yang sama atau boleh berbeda?
Bila boleh berbeda, mana yang lebih baik, ukuran pipa outlet lebih besar dari inlet, atau sebaliknya?
Terima kasih.
October 20th, 2008 at 14:30
@Adi: untuk yang daya hisap sampai 100 meter tampaknya tidak ada pak, kecuali bila menggunakan pompa submersible, pompa yg direndam di kedalaman air.
@Ginda: Ukuran pipa inlet&outlet memang sebaiknya mengikuti ukuran bawaan pompa, tetapi kadang byk konsumen memperkecil dengan alasan penghematan biaya pipa. Sebaiknya pipa inlet lebih besar daripada outlet.
October 21st, 2008 at 9:43
Terima kasih pak atas informasinya, sangat membantu.
October 21st, 2008 at 10:59
kenapa pompa air ketika dinyalakan airnya mengalir tapi hanya sbentar sekitar 5 menit setelah itu ga ada lg, nnt setelah dimatikan terus dinyalakan air mengalir lg, meskipun jarak waktunya cmn hitungan detik, air sumur bor lumayan banyak. mohon petunjuk. thnx..
October 21st, 2008 at 13:34
Informasi yang menarik nih. Saya dulu waktu beli pompa air beli yang seperti milik tetangga, jadi dulu masih buta informasi tentang pompa air.
October 21st, 2008 at 14:39
@andrias Peni: Biasanya untuk kasus tersebut ada angin yang terjebak, coba dipancing lagi pak. Apakah pipa hisapnya banyak belokan?
October 21st, 2008 at 16:34
thanks atas pemberitahuannya… tapi sebelumnya tidak ada masalah baru 2 bulan ini masalah, …nanti akan saya cek lagi… pipa hisapnya.. sekali lagi terima kasih…
October 23rd, 2008 at 10:02
thank’s atas info nya pak handi,
saya di daerah bekasi utara
October 25th, 2008 at 8:07
Pak Handi,
Instalasi sekarang, pipa yang digunakan inlet dan outet sama-sama 1/2″ dengan diameter selongsong pipa hisap 3 1/4 “.
Kedalam pipa dari permukaan tanah +/- 9m.
Saya berencana mengganti instalasi pompa bor lama, tetapi saya tidak ingin mengganti ukuran selongsong pipa lama dan pipa ke instalasi rumah (outlet). Hanya pipa isap (inlet) saja diperbesar.
Saya lihat spek pompa (semi jet shimitsu) yang saya incar memiliki inlet 1″ dan outlet 1″.
Yang ingin saya ketahui bila saya hanya mengganti ukuran pipa hisap dari 1/2 ” menjadi 1″ dengan kondisi ukuran selongsong pipa hisap 3 1/4 apakah nantinya ada masalah, misalnya daya hisap berkurang? atau pak Hiandi ada saran?
Sebelumnya saya ucapakan terima kasih.
October 25th, 2008 at 15:04
@Ginda: seharusnya tidak ada masalah, karena pembesaran ukuran pipa hisap berarti meningkatkan jumlah volume air yang dihisap. Walaupun ada sedikit pengurangan dalam jangkauan daya hisap tetapi tidak terlalu signifikan, karena pompa di desain untuk inlet 1″ jadi seharusnya tidak masalah.
October 26th, 2008 at 13:40
Wah.. begitu ya pak… terima kasih banyak atas informasinya.
October 29th, 2008 at 12:57
Kang saya wasser boster, kartu garansinya belum diisi, kan kartu tsb harus dikirim 15 hari setelah tgl pembelian, boosternya dah ok, sekarang keluargaku dah bisa mandi air hangat lagi.
di keterangan boosternya kan 60 watt, apakah itu betul segitu atau star pertama akan belipat seperti diartikel yang 250 watt akan menjadi 500 watt saat star pertama.
terima kasih
salam sukses sll
October 29th, 2008 at 17:56
Kang Jajang, kartu garansi tinggal diisi dan dikirim tanpa prangko melalui kantor pos. Terima kasih kang atas infonya, saya ikut senang pompa tersebut dapat bermanfaat untuk akang. Pompa dengan motor yang memiliki kapasitor, memang pada saat start dayanya selalu dua kali. Jadi untuk pompa booster wasser 60 watt, pada saat start menjadi 120 watt.
November 6th, 2008 at 9:15
infonya sangat membantu pak, tks.
1.mohon info apa beda wasser pb-169EA dgn pb-60EA
2. rumah saya 1 lantai dgn tangki penampung air di atap belakang.
bila saya gunakan booster spt point 1 apakah bisa dipasang setelah tangki penampungan ?
di spec pompa tertulis daya dorong sekian meter apakah itu maksudnya daya dorong vertikal (head)? karena jarak pompa dan water heater saya akan lumayan jauh (di dpn rumah ) kemudian kamar mandi nya di belakang (jadi bolak balik karena heater dipasang di gudang untuk support 2 kamar mandi
apakah otomatis (bila tdk ada air mengalir akan mati) dan bila ada air mengalir yg tdk besar (karena pakai shower ) apakah listriknya akan mati hidup?
3. bila setelah booster dipasang filter air (pipa diameter 10 inch) apakah kuat dan tdk merusak pompa? selama ini saya pasang pompa sumur dangkal..cuma sayang listrik dan debitnya kecil karena memang bkn booster..
4. untuk harga apakah termasuk pengiriman?
rgds,
teddy
November 6th, 2008 at 15:54
@Teddy :
1. Pompa wasser PB-169EA dan PB-60 EA berbeda, PB-169EA memiliki kapasitas dorong yang lebih besar, lengkapnya bisa dilihat pada artikel di sini http://darikami.perkakasku.com/2008/07/09/pompa-booster-untuk-menambah-tekanan-air/
2. Pompa booster lebih efektif bila diletakkan lebih dekat ke titik air, walaupun PB-169EA bisa diletakkan dekat dengan penampungan airnya. Tetapi bila terlalu jauh juga kurang efektif. Daya dorong yang dimaksud adalah daya dorong vertikal. Pompa booster sudah otomatis, jadi bila ada mengalir hidup, bila tidak ada air mati. Bila airnya sedikit pompa tetap menyala, tidak hidup mati.
3. Dengan PB169EA masih bisa, tetapi tetap harus dilihat jarak hingga ke titik airnya. ‘
4. Harga belum termasuk biaya pengiriman.
November 7th, 2008 at 21:54
Pompa jetpump saya pada awalnya selalu ngempos (jadi harus selalu dipancing air), sepertinya ada yg ngk beres pada klep bawah pipa hisap. Kemudian klep saluran air menuju tangki penampung air (tinggi 8 m) saya tutup, dan saya buka klep saluran dibawah tangki ke kran dan saya buka juga klep saluran hisap mesin jetpump. Jadi sekarang saluran air dari jetpump ke tangki penampung dan dari tangki penampung ke kran “TERHUBUNG JADI SATU”, maksudnya pada saat kran tidak hidup, air tetap memenuhi pipa hisap, agar tidak ngempos.
Dengan cara ini saya tidak perlu lagi mancing air kedalam pipa hisap jetpump, meskipun terkadang harus mancing air juga.
Pertanyaan saya dengan telah jadi satu pipa saluran air dari jetpump ke tangki dan dari tangki ke kran, apakah ada efek negatif thd jetpump, atau malah lebih baik karena total head berkurang disebabkan air masuk ketangki dari dasar tangki bukan dari atas tangki.
Mohon penjelasannya.
November 8th, 2008 at 13:57
info2 diatas yang sangat berguna,trims dimuat dr pengalaman masing2.
sedikit tambahan
Untuk pompa air sumur biar tidak ngempos , banyak dijual inlet valve ( semacam klep dipasang diujung pipa hisap yang terendam di air sumur), klep tersebut pakai spring / per tekan.
Cara kerjanya:
Pada saat pompa dihidupkan terjadi tekanan berkurang didlm pipa hisap, sehingga air sumur menekan klep dan per nya tadi membuka shgga air masuk ke pipa hisap dan terus kepompa ,bila pompa stop terjadi tekanan air didalam pipa hisap lebih tinggi dari tekanan air sumur , klep menutup didorong oleh per sehingga pipa hisap tetap penuh dan pada saat pompa dihidupkan kembali tidak perlu dipancing lagi , semoga bermanfaat.
November 8th, 2008 at 17:46
@seno: pada prinsipnya efek negatif terhadap jetpump dengan metode tersebut tidak ada pak, tetapi bila air tangki benar-benar habis, bapak tetap harus mancing juga. Jadi metode tersebut tidak menyelesaikan masalah yg sebenarnya yaitu ada kebocoran pada infrastruktur pipa hisap, bisa karena klepnya atau ada kebocoran pada pipa akibat pemasangan yg kurang benar.
@kucir: terima kasih atas sharing informasinya, ditunggu saran-saran yang lainnya
December 5th, 2008 at 9:19
pak saya punya pompa dangkal tapi sekarang airnya tercemar hitam dan bau padahal saya sebelumnya sudah pakai airnya selama 17 th airnya jernih sekali sekarang mau ganti pompa jetpam pingin yang dalam lebih dari 30 m( katanya di rawamangun sebaiknya segitu) saya pakai pompa yang mana? dan kira2 berapa ongkos galinya?
December 13th, 2008 at 15:05
@asma: maaf baru dijawab skrg. sebenarnya bila permukaan airnya cukup dengan pompa sumur dangkal tidak perlu ganti ke jet pump. cukup memperdalam sumur dan pastikan casingnya baik sehingga tidak ada rembesan dari air yg kotor.
December 23rd, 2008 at 13:24
pak handi, saya minta informasi. sebenarnya saya hanya perlu pompa air dangkal karena sumber airnya adalah tandon bawah (air pam). yang menjadi masalah, pompa terlajur saya letakan di belakang rumah dengan jarak dari tandon sekitar 15m. apakah ada solusi jika dengan terbatasnya waktu (deadline), pompa tetap pada posisi semula? dan apakah dengan posisi seperti itu, peggunaan pompa menjadi tidak ekonomis ? (dari segi biaya dan kebutuhan). pompa apakah yang disarankan?
terima kasih informasinya
dwi
December 23rd, 2008 at 13:53
@dwi: dengan kondisi saat ini bagaimana hasilnya?
December 23rd, 2008 at 15:01
pak Handi, di rumah saya terpasang pompa air (dari penjual rumah) yang awalnya bisa digunakan meskipun air yang keluar sangat kecil. sekarang kondisi pompanya tidak bisa digunakan. setelah di cek, pompa memang tidak bisa menyedot air, meski mesinnya masih bisa berputar. saya ingin langsung menggantinya saja, hanya kawatir saya salah beli.
terima kasih.
salam,
dwi
December 23rd, 2008 at 17:33
@dwi: saya lebih menyarankan pompa sedekat mungkin dengan sumber air, sehingga pompa dapat bekerja dengan baik. Bila kondisi memaksa demikian, saya menyarankan untuk membeli pompa merk shimizu tipe PS226 BIT atau PS230BIT. Karena kedua tipe ini daya hisapnya paling besar untuk kategori pompa sumur dangkal.
December 30th, 2008 at 15:20
saya mau tanya donk pak..rumah saya memakai semi jet pump yang saya tidak tahu merknya..kadang airnya keluar besar tapi kadang kecil, apa pengaruh dengan listrik yang tidak stabil?karena perumahan yang saya tinggal belum di pisah listriknya masih jadi satu dengan pusat. saya memutuskan ingin membeli semi jet pump shimizu tapi jenis apa ya untuk kedalaman 11 m. dan airnya bau tanah,bagaimana cara menghilangkannya.
terimakasih
boedie
January 28th, 2009 at 13:50
mau tanya dong pak…di area rumah kami hampir semua tetangga memakai jetpump dalam, kira2 25 mtr s/d 40 mtr, pertanyaanya apakah di rumah saya masih bisa mendapatkan sumber mata air, pake merk apa sebaiknya yang wattnya gak besar,tetapi air bisa berlimpah. karena di area rumah saya sangat sulit mendapatkan mata air… untuk pengeboran air biasanya para tetangga pake mesin bor.. terima kasih pak
waik tea
January 31st, 2009 at 11:50
Pak Waik, bila tetangga bapak bisa mendapatkan sumber air seharusnya di tempat bapak bisa, untuk menentukan berapa watt harus diketahui dulu berapa kedalaman airnya, bukan kedalaman sumur. Sedangkan merk bisa disesuaikan dengan budget.
February 11th, 2009 at 13:42
Numpang tanya bapak, beberapa waktu lalu saya membeli heater merk paloma yang otomatis kapasitas 6l, namun saya punya kendala dengan suply air yang masuk ke heater tersebut. karena suply air dari bak kamar mandi yang saya naikkan ke heater langsung, saya pasang pompa air merk shimizu otomatis dengan kapasitas 34l/m, heater sudah bisa berfungsi normal tapi pompa nyala..mati..nyala…mati dan berulang-ulang. Pusing…tolong pak saya diberi solusinya. O..iya jarak antara bak mandi dengan heater kurang lebih 2 meter. Apa ada pompa dengan kapasitas baik dorongan maupun daya hisap pompa sesuai dengan heater otomatis saya?. Terima kasih sebelumnya.
February 11th, 2009 at 17:34
@Pak Rudi, Dengan kondisi demikian memang pompa rentan seperti itu. Dengan supply air di bawah, untuk dinaikkan ke atas pompanya memang tidak ada lain. Untuk menghindari kondisi nyala mati berulang bisa pertama dicek apakah ada kebocoran. Bila semua jaringan pipa bagus, maka untuk mencegah pompa tidak terlalu sering nyala mati, pembukaan kran harus penuh, jangan buka sedikit atau setengah-setengah karena pembukaan kran yang nanggung akan memicu pressure switch untuk bekerja nyala mati berulang-ulang.
February 16th, 2009 at 8:13
yth pak Handi, sy pny beberapa pertanyaan smoga bpk berkenan menjawabnya.di rmh saya pakai jet pump +- 20 mtr tapi airnya tidak stabil, kadang keruh (ada endapan tanah) kadang jernih, tp lebih sering keruhnya. pertanyaan saya:
1. bagaimana mengatasi air jet pump yang keruh?ada yg bilang masukan garam atau tawas, tp sy msh ragu dg cara ini. tp menurut pemilik rmh lama itu karena lama tdk dihidupkan, wkt dia pakai jernih dan bisa diminum.
2. apakah air keruh juga disebabkan pompa/pipa yg kurang dalam?ada tetangga yg menambah dua pipa menjadi +- 28 mtr menurutnya skrg lbh jernih.
3. apakah jika air terus dihisap (dinyalakan beberapa jam) akan menjadi jernih?jd semacam menguras sumber air di bawah.pemilik rmh sebelumnya melakukan hal ini dan katanya jd jernih, rmh ini sdh sy tempati 2 mggu dan pompa tsb sering sy nyalakan 1-2 jam (2x sehari) tp blm ada perubahan.
4. tempat pompa air tsb sdg sy renov utk ditanam sedalam 70cm, tiba2 air tdk keluar dan hrs selalu dipancing.apakah ini karena mesin dan pipa terkena guncangan?bagaimana mengatasinya?
mhn maaf karena terlalu bnyk pertanyaannya, soalnya sy dulu d rmh orangtua trauma dg tukang pompa air/jet pump karena sering salah diagnosis dan salah reparasi. terima kasih atas informasinya.
February 17th, 2009 at 9:29
@pak arif, saya coba jawab pertanyaan bapak :
1. kualitas air sangat tergantung daearh atau lingkungan pak, penggunaan garam atau tawas tidak bisa menjamin kualitas air layak minum. Harus diperiksa dahulu ke laboratorium.
2. tergantung daerah atau lingkungan bapak juga, tapi umumnya semakin dalam sumur, maka air yang diperoleh dapat lebih bagus, selama tidak ada kebocoran pada casing atau dinding sumurnya.
3. hal itu bisa saja terjadi, untuk menguras air kotor. Tetapi itu tidak menjadi jaminan, karena kualitas air dapat berubah. Bila dahulu dapat bersih dengan cara itu, saat ini bisa jadi tidak.
4. Kondisi tersebut terjadi karena klep air di dalam sumur tidak berfungsi dengan baik. Kemungkinan besar harus diganti.
Semoga membantu
February 20th, 2009 at 12:06
Assalamualaikum Wr.Wb.
Pak Handi,
Musim kemarau tahun 2008, pompa air dangkal di rumah saya tidak mengeluarkan air. Tahun 2009 ini saya mau ganti semi jet pump, bukan jet pump (pompa dalam karena pertimbangan biaya (konsumsi listrik, harga pompa, renovasi dll).
Apakah Bapak bisa merekomendasikan pompa semi jet pump mana yang bisa saya pilih? Bisa minta tolong profil produknya (konsumsi listrik, harga jual dan lain sebagainya).
Terimakasih.
Assalamualaikum Wr.Wb.
February 21st, 2009 at 9:50
@pak andrie, untuk informasi semi jet dapat dilihat di halaman ini http://www.perkakasku.com/etalase.php?pkat=PRT,POM,PSJ
February 26th, 2009 at 11:59
pak Handi yth terimakasih jawabannya , tapi air yang keluar sekarang hitam awalnya dan berbau limbah walaupun akhirnya jernih tapi setiap kali pompa dihidupkan airnya hitam dan bau kembali .Kata bapak saya harus menggali lebih dalam apa nantinya air limbah tersebut tidak mencemari sumber yang lebih dalam itu? kira2 apa penyebab air limbah bisa masuk ke sumber air saya karena sudah saya gunakan selama 17 th dan penghuni lama juga sudah minum dari sumber air yang sama sebelumnya . Kalau digali yang baru berapa meter jaraknya dari sumber yg lama .Seb informasi sekeliling saya airnya jernih dan bisa dikonsumsi. Saya sangat mengharapkan jawaban bapak terima kasih sebelumnya.
February 27th, 2009 at 12:53
@asma: bisa jadi casing / dinding sumur sudah ada yang retakan, sehingga ada rembesan yang menyebabkan air kotor masuk. Menggali lebih dalam dapat memperoleh air yang lebih baik asal casing-nya masih baik. Memang agak sulit untuk memperbaikinya, biasanya tukang sumur pasti menyarankan untuk membuat titik sumur yang baru. Jarak harus dilihat kondisi lapangan, sebaiknya berkonsultasi langsung dengan tukang sumur.
February 27th, 2009 at 13:25
Yth. P. Handi
Saya mempunyai pompa semi jet pump GN 125H, dan permukaan air disekitar rumah adalah 13 M, apakah penggantian dimensi pipa hisap (dari 1.25 inch ke 1 inch) dan pipa dorong (dari 1 inch ke 3/4 inch) dari pompa semi jet pump tsb akan mempengaruhi kinerja pompa tersebut. mohon sarannya.
February 27th, 2009 at 13:35
Pompa tipe GN 125H dari Panasonic merupakan pompa Jet pump. Penggantian pipa hisap ke yang lebih kecil memang akan sedikit mempengaruhi kinerja pompa. Walapun pengaruhnya tidak telalu besar, sebaiknya menggunakan ukuran pipa yang sesuai dengan ukuran standarnya.
March 1st, 2009 at 17:30
Pak Handi,
Numpang tanya, pompa jenis apa yang cocok untuk memompa air dari tangki bawah ke tangki atas yang jaraknya 15 m vertikal ? Apakah pompa sumur dangkal sudah memadai (tangki bawah letaknya cuma 2 m dari permukaan).
March 4th, 2009 at 14:53
Pak Handi,
saya mau beli mesin pompa tapi bingung, mana yang lebih baik antara SHIMIZU PS-135 E dengan SHIMIZU JET-100 BIT.dan sumur bor saya di bor dengan kedalaman 24 meter. kalau shimizu jet 100 daya nya lebih kecil dibanding yang shimizu PS 135 padahal melihat spesifikasi mesin shimizu Jet 100 daya hisapnya bisa sampai 11 meter, mohon penjelasannya Terima kasih.
March 4th, 2009 at 16:13
Saya jelaskan di halaman ini http://www.perkakasku.com/detailprod.php?prodid=PO032&#comm-157
March 31st, 2009 at 14:14
Pak, saya minta tolong penjelasan, saya punya pompa shimizu ada kerusakan pada otomatisnya. Klo kran dibuka, mesin gak langsung nyala. Klo tabung otomatis dibuka dan ditekan, baru mesin mau nyala. Bisa ndak otomatis diperbaiki? Apa perlu dibuang otomatisnya dan pake saklar aja yah? Trimakasih
March 31st, 2009 at 17:12
Bisa jadi otomatisnya bermasalah, bisa dicoba distel. Tapi kalau sudah tidak mempan biasanya diganti yang baru. Kalau memang fitur otomatisnya sudah tidak diperlukan, bisa langsung di-by-pass saja, dengan pakai saklar.
April 1st, 2009 at 2:22
Trima kasih pak handi, akan saya coba stel dulu..
April 17th, 2009 at 15:30
Wah Bermanfaat banget nih tipsnya, Pak boleh kan bertanya, pompa air saya menggunakan Pompa Air Panasonic gn125 dan sumur bor kedalamannya 20 meter dengan casing 4″ satu buah yaitu 4 Meter dan sisanya 4 buah menggunakan casing 1″1/4,ini juga mengikuti anjuran tukang bornya yang disetting seperti itu. Untuk pipa yang ke pompa air menggunakan 4 meter untuk yang 1″1/4 dan 4 meter untuk yang 1″ untuk ke jet nya yang kebawah dan untuk pipa yang masuk ke sumur bor menggunakan pipa 3/4 sebanyak 3. cuma debit air yang dihasilkan kok sedikit sekali 1menit ±6 liter soalnya saya hitung satu gayung ±10detik, yang menjadi pertanyaan apa yang menyebabkan debit air kecil, Apakah karena casing yang 4″nya hanya 4 meter saja sehingga jetnya jauh dari permukaan air…atau ada penyebab lain…mohon penjelasannya, Terima kasih
April 20th, 2009 at 16:50
@Yandi: bisa jadi begitu. karena pompa jet pump memiliki komponen ventury jet atau ejector yang dipasang di dalam sumur. Dengan casing 4″ hanya 1 batang, berarti ventury jet tersebut tidak terendam (biasanya ini disebut dengan sistem jet gantung). Padahal komponen ini harus terendam di dalam air, bila tidak kinerja pompa-nya tidak akan maksimal. Panjang pipa casing 4″ minima mencapai permukaan air tercapai sehingga ventury jet dapat direndam dalam air.
April 24th, 2009 at 16:17
Terima kasih banyak pak Handi atas Informasinya.
April 27th, 2009 at 18:40
pak, saya ingin membeli pompa tetapi saya masih binggung untuk memilihnya. rumah saya di cibitung untuk masalah kedalaman sumber air saya kurang tahu. sedangkan waktu lalu saya beli jet pump untuk di pasang di daerah kramat jati itu karena rekomendasi dari tukang bor sumur. setelah saya bertanya2 ke tetangga sekitar ternyata kedalaman nya hanya 8-9 mtr saja. sejak saat itu saya kurang percaya dengan informasi tukang borr. kira2 untuk di daerah cibitung berapa kedalamam sumber air lalu merek dan tipe apa yang sangat cocok?
terima kasih….
May 1st, 2009 at 10:04
Pak. Handy,
Informasi yang sangat bermanfaat sekali. untuk itu terimakasih yang sebesar-besarnya. Pak, saya baru akan menempati rumah baru didaerah cibitung, tapi dari developer sudah ada titik bor cuman kedalamannya menurut tetangga sekitar 6-9 m dan air yang keluar dari titik bor tersebut kurang jernih tapi saya belum memeriksa kandungan dari air tersebut. Apakah bapak mengetahui tempat pengujian kelayakan air tersebut?.Dan Oleh karena itu saya berencana membuat titik bor baru dengan kedalaman sampai dengan 30 meter, seperti yang sudah dilakukan oleh tetangga2 saya. Tapi sambil menunggu pengeboran tersebut, saya berencana membeli pompa air sumur dalam (Shimizu PC260BIT atau PC250BIT mana yang lebih bagus yah pak?) yang akan saya gunakan terlebih dahulu pada sumur dangkal yang sudah ada untuk keperluan sementara, apakah tindakan saya dapat merusak pompa tersebut (Pompa dalam diapakai untuk sumur dangkal)?. Terimakasih.
May 3rd, 2009 at 11:37
Saya mau tanya pak, saya akan menempati rumah tipe 36, oleh developer sudah disediakan sumur bor (26 meter), pertanyaannya pompa air merek apa dan type apa yang cocok dan perkiraan harganya.
Terima kasih
May 12th, 2009 at 10:29
Selamat Pagi Pak Handi,
Tanya donk Pak Handi,
Output dari pompa ada 2, yaitu satu langsung ke toren dan satunya masuk ke instalasi rumah. Jika stop kran dari kedua output pompa ditutup, jarum di indikator
tekanan diposisi normal dan tidak akan turun selama tidak ada kran yang dibuka.
Apabila stop kran yang ke instalasi rumah dibuka, pompa bekerja dan akan mati bila kran ditutup. Bila stop kran yang ke toren dibuka, pompa juga bekerja dan akan mati bila toren sudah penuh ( otomatis pompa bekerja ), tetapi jarum di indicator turun ke hampir posisi nol. Pada posisi ini dapat dipastikan akan ada usaha ‘ mancing air ‘ jika mau ada air yang dapat dihisap si pompa. Apakah tosen klepnya sudah mulai error atau ada penyebab lain?
Maaf kalo kepanjangan dan terima kasih atas jawabannya.
May 12th, 2009 at 12:09
selamat siang pak, saya mau tanya
kebetulan di rumah saya, ada dua toren, satu dibawah (depan) dan satu di atas (belakang, diketinggian 3m). jarak antara keduanya sekitar 15 meter. saat ini saya pake wasser pw125ea untuk menghisap dari toren bawah ke atas yang diletakkan dibawah toren atas.
yang menjadi pertanyaan saya, apakah kekuatan hisab pompa tersebut seimbang dengan daya hisabnya (speknya 9 meter, saat ini 15 meter).
saya berencana untuk memasang submersible pump wd8oE di toren bawah yang mensuplai air ke pw125ea. jadi daya hisab pompa pw125ea diharapkan lebih baik.
apakah hal ini efektif? terima kasih atas tanggapannya.
May 13th, 2009 at 10:30
Mohon maaf baru kami jawab:
@b@s: Menggunakan pompa jet pump untuk sumur dangkal pada dasarnya bisa saja, dengan menutup lubang angin dengan plug. Tetapi bila kedalaman air hanya 6 – 9 meter sebenarnya sudah cukup dengan pompa sumur dangkal atau semi jet. Semakin dalam sumur bukan berarti harus menggunakan pompa jet pump, karena yang menjadi patokan adalah kedalaman air. Semakin dalam sumur tujuannya memang untuk mendapatkan kualitas air yang lebih baik, tetapi permukaan air tetap sama. Selama casing dari sumur baik, tidak ada kebocoran, kualitas air yang diperoleh sama dengan air yang di dasar sumur.
@Ravin: untuk dapat menjawab pertanyaan anda, yang kami perlukan adalah berapa kedalaman permukaan air (bukan kedalaman sumur)
@Aries: bisa jadi klepnya sudah bermasalah, tetapi mungkin juga akibat adanya angin palsu atau angin yang terjebak di dalam pipa.
@mirza: jarak 9 meter adalah untuk posisi vertical, sedangkan untuk posisi horisontal bisa jadi lebih jauh. menggunakan submersible pump wd80e kami rasa, tidak efektif.
May 13th, 2009 at 20:10
Pak,
Saya mau bertanya. Saya sedang renovasi rumah dan memakai water torent di atas dek lantai 1. Saya juga berencana untuk memasang solar water heather. Untuk menambah tekanan air shower saya berencana memakai booster pump. Pertanyaannya:
1) Untuk menambah tekanan air dingin dan air panas, apakah saya dapat hanya menggunakan satu booster pump ? Atau harus menggunakan dua booster pump ( satu utk air dingin dan satu utk air panas)?
2) Apakah booster pump harus dipasang di titik cabang (sebelum ke kamar mandi dan dapur).
Terima kasih.
May 16th, 2009 at 23:03
Pak, informasi yang bagus.
Sy mau tanya Pak, setelah 3 hari rumah sy kosong dan pompa Merk Shimizu sy pas mau di nyalakan gak hidup mesin nya. Apa yg harus sy lakukan Pak. Kebetulan pakai colokan on off gitu menyalakan mesinnya yang di alirkan ke toren.
Terimakasih sebelumnya.
June 1st, 2009 at 12:18
Pak, mau tanya
jet pump di kantorku airnya yang keluar di penampungan kecil, kebetulan berada di lt 4. jadi mesin sepanjang hari nyala terus, dan bunyi trus. pernah dipanggil tukang service, katanya pipa airnya kotor shg diangkat dan dibersihkan. tapi setelah beberapa lama keluarnya kecil lagi, menurut tukangnya perlu ganti mesin krn mesinnya sdh lama shg kurang bisa dorong air keatas.
bgm sebaiknya yg dilakukan, kalau memang perlu ganti mesin beli yang bgm tuk kebutuhan tsb? trima kasih atas infonya.
June 19th, 2009 at 12:09
@jimmy:
1) untuk air panas dingin dan air panas disarankan menggunakan 2 pompa yang terpisah, yang tekanan air yang keluar optimal, terutama yang masuk ke water heater. Tetapi untuk penggunaan 1 pompa booster untuk keduanya sebenarnya bisa saja.
2) Betul pemasangan di sebelum titik cabang.
@ann:
untuk permasalah itu, umumnya yang terjadi adalah karena ada sedikit kebocoran pada klep sehingga setelah tidak digunakan dalam waktu 3 hari air di dalam pompa habis. Untuk itu perlu dilakukan pemancingan air kembali sebelum pompa dinyalakan. Kemungkinan lain adalah akibat adanya endapan kotoran yang mengeras di dasar kipas impeller, sehingga membuat pompa tidak dapat berputar. Untuk itu perlu dibersihkan dahulu, dengan membuka penutup kipas impeller. Bila kesulitan dapat dibawa ke tempat service center terdekat.
@asih:
selaini pipa air dibersihkan, biasanya bagian dalam pompa juga perlu dibersihkan. Bila di bagian impeller banyak kotoran, daya hisap dan dorong pompa juga seringkali berkurang. Dapat dicoba minta tukang pompanya membersihkan dulu bagian dalam pompa, baiknya dicoba untuk dibersihkan atau diservice ke service center resmi. Penggantian mesin sebenarnya alternatif terakhir, pendapat kami pompa anda masih dapat diusahakan untuk jalan kembali dengan normal.
June 21st, 2009 at 22:37
Pak Handi, saya sudah beli booster pump merk wasser PB60EA, yang jadi pertanyaan bisakah pompa tersebut disetel agar lebih kenceng semprotannya karena saya lihat perubahan semprotanya gak begitu signifikan sebelum dan sesudah dipasang booster padahal masangnya udah deket (lk 1 meter) dari shower, apa bisa saya setel sendiri atau harus manggil teknisi, kalo dipakai sebentar kok mesinnya jadi panas apa ini normal, matur nuwun atas jawabannya
June 25th, 2009 at 17:46
@suko: dari pompa sebenarnya sudah tidak ada setelan lagi pak. Bila pemakaian sebentar saja mesin sudah panas, mungkin stator pompa bermasalah. Dapat diperiksa dahulu ke teknisi atau service center terdekat.
June 27th, 2009 at 3:37
Wah, informasinya bener2 bermanfaat dan yang saat ini sedang saya butuhkan.. Saya mau tanya, Pak Handi.
Debit air dari pompa di rumah saya kecil, selain itu air yang keluar awalnya bening tetapi bau. Jika didiamkan lebih dari 1 jam, air kemudian menjadi keruh, berwarna kuning dan baunya lebih menyengat.
Pompa air ditanam sekitar 2 meter di bawah permukaan tanah. Pemilik rumah yang lama mengatakan kedalaman sumur sekitar 10 meter dari permukaan tanah, tanpa tangki penampung air (water toren) dan jenis pompa mungkin untuk sumur dangkal. Apakah dengan membuat titik air baru yang lebih dalam air yang keluar bisa bening dan tidak berbau? Atau diperlukan filter air? Jika ditambah filter air dan water toren dengan ketinggian 4 meter dari permukaan tanah apakah pompa semi jetpump cukup kuat, atau harus jetpump? Terima kasih atas penjelasannya.
June 30th, 2009 at 12:21
Selamat siang Pak Handi,
Apakah diijinkan untuk mengcopy artikel tentang tips pemilihan pompa air ini untuk di buletin karyawan kami, karena info ini sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. Kami tetap mencantumkan nama Pak Handi dan http://www.perkakasku.com sebagai nara sumbernya, supaya yang tertarik lebih lanjut dapat melihat langsung di situs ini. Terima kasih atas atensinya, Pak.
June 30th, 2009 at 17:25
sore pak,
sumber air yg mau sy gunakan adalah PAM, pada saat memompa tetangga dpt sdgkan kami tdk dpt. sedangkan yg lain2 sdh sy cek normal. jenis pompa apa yg harus sy pakai apakah yg dalam hisapnya kah yg besar hisapnya? pompa dangkal berwatt besar atau semi jetpump 100w? sblumnya trimaksh pak jwbanya…
July 2nd, 2009 at 17:06
@yogo: Dengan membuat titik air baru yang lebih dalam umumnya memang ada kemungkinan mendapatkan air yang lebih baik, tetapi tidak ada jaminan juga pak karena sangat tergantung dari kondisi air tanah di daerah bapak. Dan hal ini sulit untuk diprediksi, biasanya tukang bor yang berpengalaman tahu daerah mana yang bagus airnya dan tidak.
Filter memang alternatif agar air menjadi layak pakai, kondisi demikian tampaknya cukup dengan semi jet pump.
@susilo: Silahkan pak, saya senang sekali bila artikel ini dapat membantu banyak orang. Kalo buletinnya sudah terbit, boleh saya dikirimi copynya?
@narko: untuk kondisi tersebut disarankan menggunakan pompa sumur dangkal berdaya besar sekitar 200 Watt. Yang paling baik untuk penggunaan ini adalah Shimizu PS226 BIT.
July 7th, 2009 at 8:23
pagi pak handy,
langkah2 mulai memompa yg baik bagaimana ? dan apa yg dimaksud dgn di “pancing”. trimaksh sebelumnya…
July 10th, 2009 at 16:33
Sore Pak,..
Apakah pada jet pump shimizu mempunyai sensor untuk panas mesin ?
dikarenakan kalo mesin saya hidupkan kurang lebih 30 menit stop kontaknya mati.
kemudian saya hidupkan lagi sampai tangki penampung penuh baru mesin otomatis mati dengan Radar
Thank’s Pak
August 25th, 2009 at 8:31
Selamat pagi Pak,
Mohon bantuan sarannya. Kedalaman permukaan air sumur saya 13m, saya pakai Shimizu semi jet PC 100 bit, air yang keluar sedikit sekali debintya. Pralon hisap dan pralon keluar sama-sama 1 inch. Pertanyaan saya:
- menurut informasi teman, semi jet tersebut bisa diperkuat daya hisapnya dengan memasang tabung. apa benar, dan tabung jenis mana yang cocok?
- apa bisa diperkuat dengan mamasang pompa air lain secara seri atau paralel? Saya memiliki pompa panasonic 125 yang tidak terpakai. Tapi saya tidak ada anggaran lagi untuk membeli Jet Pump yang kapasitas lebih besar.
Terima kasih untuk sarannya.
August 26th, 2009 at 12:34
met siang pak….
pompa air di rumah kami, shimizu beberapa hari ini otomatisnya sering hidup sendiri dengan jeda 15 menit. semua kran saya cek tidak ada yang bocor. jika pompa saya hidupkan dan airnya saya alirkan melalui selang seolah ada udara yang masuk di air tersebut. jika pompa saya matikan saya denger ada suara ‘gelembung’ di sekitar sambungan pipa inlet dan mesin.
apa yang harus saya lakukan pak..
terima kasih untuk sarannya
August 27th, 2009 at 9:54
@ari: langkah pancing adalah langkah mengisi pipa pengisapan hingga pompa penuh. Karena agar dapat bekerja dengan baik memang harus demikian.
@marsi: 30 menit mati berarti pelindung panas dari pompa bekerja. Yang menyebabkan kondisi mesin cepat panas adalah permukaan air terlalu pas-pasan atau di luar spesifikasi sehingga air yang dihisap pompa terlalu sedikit, dan mesin menjadi panas karena bekerja melebihi dari seharusnya. Selain itu kondisi ruangan, atau sekitar pompa yang panas juga dapat mengakibatkan pelindung panas bekerja lebih cepat dari seharusnya. Kemungkinan terakhir kondisi mesin pompa itu sendiri memang kurang baik.
@Toro: penambahan tabung tidak akan menambah daya hisap pompa, karena fungsi tabung hanya untuk membantu kerja pressure switch / otomatis. Pemasangan paralel atau seri tidak akan menambah daya hisap pompa. Solusi yang dapat kami sarankan bila pemasangan pompa jet tidak memungkinkan adalah menurunkan posisi pompa. Bila sumurnya adalah sumur gali maka memungkinkan pompa digantung di dalam pompa, tetapi bila sumur-nya adalah sumur bor, berarti harus menggali hingga 2 – 3 meter sehingga posisi pompa dapat diturunkan.
@megah: kemungkinannya ada kebocoran pada pipa hisap sehingga ada udara yang ikut masuk ke pipa hisap. Untuk itu bapak harus memastikan kondisi pipa hisapnya. Kemungkinan lain adalah kondisi pressure switch sudah tidak baik, sehingga harus diganti.
Demikian saran dari kami semoga dapat membantu.
August 29th, 2009 at 20:22
Saya ingin bertanya, saya menggunakan jet pump 500 watt lakoni, ini mesin suka nyala-mati (kurang lebih 10 tiap 10 mnt) mesin menyedot dengan keras tapi air yang dikeluarkan sedikit.
Apa yang harus saya lakukan?
Saya takut mesinnya rusak jika nyala-mati.
Terima Kasih.
August 31st, 2009 at 11:09
pa saya mau tanya, pompa saya semi jet permukan air 10-11 m, saya pasang pipa isap 10 m dan 2 m dudukan mesin dari tanah tapi air keluar kecil, saya mau coba menggali tanah lagi tapi kwatir mesin tidak kuat ngangkat dan pada waktu hujan mesin kerendam, apa solusinya pak trima kasih.
September 4th, 2009 at 18:48
Boss saya punya masalah, pompa saya submersible 2 Pk Shimizu, kedalaman sumur 120 M. Sudah hidup tapi kok kalau nyala 15 menit lebih kondensor dan kabel powernya panas, apa penyebab dan cara menyelesaikan ?
September 24th, 2009 at 9:32
Pak, pompa air saya ada masalah. yaitu mesin cepet panas, dan kalo udah panas langsung mati, kadang-kadang tiap setengah jam sekali, apa kira-kira kendalanya, dan bagaimana cara memperbaikinya, trims atas komentarnya
October 1st, 2009 at 10:08
@diki: Kemungkinan permukaan air turun sehingga melebihi jangkauan optimal pompa, selain itu mungkin juga akibat ada penyumbatan pada mata jet. Biasanya mata jet harus diangkat dari dalam sumur kemudian dibersihkan.
@hartoyo: permukaan air 10 – 11 meter emang posisi nanggung, seperti yang telah dijelaskan pada artikel ini. Sehingga saran yang dapat kami berikan selain menurunkan pompa, adalah mengganti mesin pompa dengan jet pump.
@eko: kemungkinan penggunaan kabel tidak sesuai standard, atau bisa coba melakukan penggantian kabel dengan kualitas yang lebih baik.
@sidik: bila mesin panas dan langsung mati adalah normal karena thermal protector mesin bekera. Bila tidak mati mesin akan langsung terbakar. Penyebabnya dapat berbagai macam, ada sumbatan di pipa hisap, atau ada kerikil yang mengganjal di impeller sehingga putaran mesin menjadi tidak normal. Kemungkinanan lain ball bearing sudah tidak berfungsi. Bisa dicoba mengganti ball bearing, membersihkan impeller, atau menggangkat pipa hisap dan coba membersihkan bagian klep di ujung pipa.
October 27th, 2009 at 8:17
Pak saya mau tanya. Saya rencana mau membuat sumur pompa jetpump, dengan kedalaman kurang lebih 25 meter. Ada hal yang mau ditanyakan sbb :
1. Instalasi pipa casing 4 inch sebaiknya berapa meter?
2. Kedalaman jetnya menggantung sebaiknya dikedalaman berapa?
3. Instalasi pipa casing apakah semuanya terdiri dari pipa 4 inch atau pada posisi
jet menggantung disambung dengan pipa 3 inch dibagian bawahnya ?
Atas jawabannya diucapkan terima kasih.
Salam,
Rusmana
October 31st, 2009 at 23:35
Pak saya mo nanya, dirumah saya pake tandon setinggi 2 mtr dr permukaan tanah, posisinya dihalaman dpn rmh, rumah cuman 1 lantai, untuk distribusi air kedalam rumah saya pake shimizu ps 135, letak pompa sejajar dengan tandon air, masalahnya sekarang….waktu pengisian air toilet KM depan & belakang,saklar otomat pompa hidup-mati trs. waktu nekan bidet jg saklar otomatnya hidup-mati trs, pas buka kran shower jg mati-hidup trs, padahal kran dibuka penuh loh…pernah coba ganti kran shower dgn kran yg ada buat di bak mandi (kran utk bak mandi waktu dibuka,pompa bekerja normal),tp hasilnya sama aja.padahal klo dirunut posisi kran yg paling jauh dr pompa,klo dibuka,pompa bekerja normal.
Jadi hanya kran shower, kran dapur, bidet & toilet flush yg bikin pompa hidup-mati trs.
Kira-kira knp yah?
1. Apa karena INLET pompa saya ambil dari output dasar (bagian bawah) tandon air? pompa air mendapat tekanan gravitasi dr tandon air
2. Apa perlu instalasi PIPA baru untuk INLET pompa, dgn cara mengambil dari atas tandon?
3. kemaren saya cb buka penutup saklar otomatnya,trs ada lambang ‘+’ & ‘-’ yg ditengahnya ada sekrup utk diputar, apa itu yah?
4. Bisa ga, daya hisap nya di adjust?
Maaf…terlalu banyak pertanyaannya…makasih….
November 3rd, 2009 at 15:17
maaf pak mo nanya nich, di rumah saya sebelumnya kemarau air msh keluar walo kecil saat ni ga keluar sama sekali padahal tetangga dah pakai pam semua pompa saya dab aquajet 100watt menurut info di mesin daya hisap 11m setelah saya coba tes ternyata kemampua hisap tinggal sekitar 7m saya tes dengan pipa horisontal/datar gunakan air bak kira2 kerusakan ada di mananya ya , trims infonya
November 5th, 2009 at 8:30
Pak saya mau bertanya,
Pompa type apa yang cocok saya pakai dengan data sbb:
kedalaman permukaan air 9 mter, jarak sumur bor dengan bak penampung 22 mtr denga letak ketinggian 6 mtr ( letak bak penampungan berada pada tinggkat dua).
Terima kassih atas bantuannya
November 18th, 2009 at 13:27
saya mau tanya pak,
kedalaman air sumur bor di rumah saya kurang lebih 4 meter, jarak dari sumur ke pompa air sekitar 4 meter, jarak dari pompa air ke tandon air di lantai 2 sekitar 9 meter. Kira-kira pakai pompa air type apa yang cocok ya??
December 29th, 2009 at 0:41
Pak, plus minus tabung tekanan atas dan bawah apa ya, selain suara yang lebih tenang pada tabung bawah, apakah ada hal teknis lainnya yang signifikan?
Terimakasih.
January 16th, 2010 at 14:52
Pak saya punya jetpump yg beroperasi sekitar 7 bulan. Selama ini baek2 saja, tp akhir2 ini jetpump saya kalau dihidupkan sekitar 15 menit, tiba2 mesinnya ngempos. Saya tutup kran dr mesin ke tangki air nanti ada lagi/air naik. Begitu terus setiap hari. Itu karena apa pak ya?
January 25th, 2010 at 10:07
salam sejahtera pak,
mohon maaf saya mau bertanya mengenai masalah pompa air di rumah saya.
saya punya pipa sedot di lantai 2 rumah saya untuk mengisi bak di kamar mandi lt. 2
air disedot dari bak penampungan di lantai bawah.
beberapa waktu lalu, air sudah tidak bisa mengalir dengan normal tanpa pancingan. jadi pompa air harus dipancing dulu setiap kali mau nyedot air dari lantai bawah.
belakangan, meskipun sudah dipancing air tetap tidak mau mengalir.
saya sudah periksa pompa air ( type dangkal merk sanyo ). motor berkerja dengan baik dan tidak ada bagian yg rusak atau kotor.
saya sudah bertanya ke beberapa orang dan mencari solusi lewat browsing.
informasi yang saya dapat adalah saya harus cek tusen klep ( check valve ) dan juga kebocoran pada pipa hisap.
mengganti atau memeriksa check valve mungkin mudah, namun yg saya kurang mengerti adalah bagaimana mengetahui ada kebocoran pada pipa hisap.
bagaimana cara atau metode yang baik untuk bisa mengetahu kebocoran pada pipa hisap?
apakah memakai air sabun disemprotkan ke body pipa bagian luar dan mengamati apakah ada gelembung merupakan cara yg efektif?
terima kasih atas pencerahannya dan mohon maaf posting saya cukup panjang.
February 8th, 2010 at 0:45
Informasi yang sangat bermanfaat dan berguna. Terima kasih banyak Pak Handi.
February 10th, 2010 at 7:19
Mohon informasi
Mengapa pompa air di rumah saya tidak mau merespon pada hal pompa dalam keadaan hidup (lampu dipompa menyala), air dipompa penuh tetapi tidak ada air yang keluar?
Terima kasih atas perhatiannya.
February 27th, 2010 at 4:27
Yth. Bapak Handy
Saya mau tanya tentang bagaimana cara bypass sistem otomatis yg ada pada pompa Shimizu PS130 BIT? Karena pada saat ini sistem otomatisnya sudah rusak.
Saya tidak mau memakai sistem otomatis yg sudah rusak itu. Apakah kabel merah dan biru yang ada di dalam sistem otomatis langsung dihubungkan ke kabel utama?
Tolong dikirimkan gambarnya supaya bisa lebih jelas.
Terima kasih Pak Handy
March 9th, 2010 at 17:44
Dear Mas Handi,
Saya ada rencana pasang pompa air. Dengan kondisi :
1. Menurut info tetangga, air yang bersih bisa di dapat di kedalaman 9m.
2. Pompa akan saya buat tidak jauh dr tempat pemboran, horizontal +/- 3m (di depan rumah).
3. Dari tanah, air akan disalurkan ke :
– dalam rumah dan juga
– ke toran (diblkng rumah)
Posisi toran, 18 m horizontal (krna dr depan ke blkg rumah) dan 5m vertikal (dr atas tanah)
Mohon info pompa air jenis apa yang bisa saya gunakan dgn kondisi ini.
Terima kasih
March 20th, 2010 at 13:18
Bisa dicoba menggunakan pompa semi jet 100 watt bisa shimizu, wasser, firman, lakoni. Atau untuk tekanan air lebih besar dpt menggunakan semi jet 250 watt dari wasser.
April 14th, 2010 at 13:02
Yth Bpk Handi
Saya sudah punya sumur dengan kedalaman 20 m apakah bisa menggunakan pompa air berjenis submersible? Jika bisa merk dan tipe apa?
Terima kasih
April 16th, 2010 at 16:21
Bisa pak merk yg bisa kami sediakan merk grundfos dan cri. Harga tergantung budget kisaran dari sekitar 4.5 jt hingga 12jt
April 28th, 2010 at 15:48
Yth. Handi
Pertanyaan :
1. Apakah pipa Jet Pam untuk yang angin dan untuk yang untuk keluar air yg menuju ke penturi selalu berbeda? (pipa yg angin 3/4″ dan untuk yg air 1″) karena milik saya antara pipa angin dan keluaran air sama-sama 1″ (merk pompa saya Goldstar 250 watt yg sekarang sudah tidak prosuksi lagi).
2. karena kalau melihat produk sekarang seperti itu adanya (yang untuk angin lebih kecil). Apakah milik saya perlu diganti mulai dari penturi sampai ke pompa pipa yg untuk angin perlu di pasang floksok dari 1″ ke 3/4″ (dirubah menjadi pipa 2/3 “).
3. Apa pengaruhnya kalau tidak diganti (tetap 1″) (ngowos enggak niup anginnya)
4. Keluhannya air yg di keluarkan jetpam tersebut kecil, kalaupun bisa keras harus menunggu tangkinya penuh baru bisa keluar agak bersar, itupun cuma sebentar bilamana tangki pompa sudah berkurang maka tekanan air tidak mancur lagi (pelan).
5. apakah hal itu akibat dibebet sumber air sudah berkurang, atau akibat pipa yang untuk angin terlalu besar (1″).
6. Lapisan tanah di perumahan saya banyak pasir hitamnnya, jali kalau di pasang pipa setelah penturi ke bawah selalu terjepin oleh pasih karena urug, padahal saya sudah mecari air bagus sampai kedalaman 60 meter, tapi tetap saja dapat air yg bau gas mangan dan air bila di semalamkan sudah ada endapan Fe nya. (informasi daerah disaya bekas sawah kebanyakan daerah KOPO bandung) dan hampir rata-rata air tetanggapun sama. yang pakai jetpam saja dapat air seperti itu apabalgi yng bukan.
Sekian dulu pak, Haturnuhun pisan infonya
April 28th, 2010 at 15:54
Rencananya saya mau ganti Jet Pump merk Grundfos tipe JD Basic 3, apakah sudah sesuai dengan tipe itu mengingat listriknya tidak terlalu besar 250 watt.
Apakah harganya yg di internet sama dengan yg di toko (ambil sendiri) toko Jl. Ahmad Yani
Trims.
April 29th, 2010 at 11:46
Pak Handi,
Saya baru memasang sumur bor. Saya sama sekali buta akan sumur bor tersebut, maka saya suruh tkg sumur untuk menyediakannya mulai dari pengeboran membelikan pompa air sampai pemasangannya.
Kata mereka kedalaman air sumur itu 12 meter (saya belum cek), dan saya dibelikan pompa shimizu PS135. Seusai pemasangan memang air tampak kotor, berbau karat, berpasir halus dan lama2 jika dinyalakan lebih dr 10 menit airnya akan membaik, walau tdk 100%, tetap berpasir halus2. Kondisi air sperti ini, masih tetap tdk bisa digunakan untuk mencuci. Menurut mereka, saya mesti rajin membuang air yg kotor tsb, krn dalam sebulan ini saya akan masih mendapat kualitas air yg sama. Kondisi air akan normal, bersih dan layak digunakan setelah air kotor tsb terbuang semua. Jujur saja, saya tdk mungkin menunggu sampai selama itu pak, karena kegiatan Rumah Tangga tetap berjalan dan tentunya membutuhkan air yg bersih.
Yang ingin saya tanyakan:
1. Apakah benar demikian? saya harus menunggu proses pemulihan kualitas air tsb?
2. Apakah tdk ada cara lain, untuk mendapatkan kualitas air yg bersih dengan melihat jenis pompa yg saya miliki? Atau solusi dari Pak Hadi bagaimana?
May 7th, 2010 at 11:43
salam hormat pak handi
kebetulan saya akan pasang mesin pompa di daerah pisangan baru jaktim dengan kedalam sumur lebih dari 30 meter,dan kebetulan juga ada bekas sumur pompa manul yang hingga saat ini masih di gunakan…..yang menjadi pertanyaan adalah???
1. Apakah bisa sumur pmpa manual di ganti dengan pompa listirk tanpa harus mengganti pipa yang sudah ada????
2.Jenis pompa apakah yang cocok untuk kedalam sumur tersebut???
3.ini yang paling penting harus menyediakan buget berapa untuk pekerjaan diatas
Mohon pencerahannya,sebelumnya terimakasih
salam
May 7th, 2010 at 11:43
salam hormat pak handi
kebetulan saya akan pasang mesin pompa di daerah pisangan baru jaktim dengan kedalam sumur lebih dari 30 meter,dan kebetulan juga ada bekas sumur pompa manual yang hingga saat ini masih di gunakan…..yang menjadi pertanyaan adalah???
1. Apakah bisa sumur pmpa manual di ganti dengan pompa listirk tanpa harus mengganti pipa yang sudah ada????
2.Jenis pompa apakah yang cocok untuk kedalam sumur tersebut???
3.ini yang paling penting harus menyediakan buget berapa untuk pekerjaan diatas
Mohon pencerahannya,sebelumnya terimakasih
salam
May 7th, 2010 at 13:50
yth pa Handi
mau tanya nih. Sumur saya kedalamannya sampai dasar dari permukaan airnya hanya 2 meter dan dari permukaan tanah hanya 3 meter. normalkah? air nya bagus dan tidak pernah kering( ini kata pemilik sebelumnya). Saat ini saya pasang pipa untuk dipompa keluar, dan permukaan sumur tsb akan saya tutup total tanpa lubang udara. Apakah itu di bolehkan, dan tidak ada efek2 tertentu dikemudian hari? tolong diberikan penjelasan pa.
Terima kasih
June 17th, 2010 at 14:13
yth pa Hadi
langsung aja pompa sy simitzu semi baru. tapi setelah sy pakai baru seminggu keluar air nya kecil dan pelan sy cek pipa OUTLET bahkan sy ganti dan otomatis nya selang 1 menit slalu ngejetek di mana ya masalahnya.
mksh ya.
June 23rd, 2010 at 17:44
pak handi,
di tempat saya kedalaman permukaan airnya sekitar 5 meter. saya ingin memasang penampungan lebih tinggi dari lantai 2 karena ada kamar mandi di lantai 2. listrik saya 900 watt. pompa jenis apa yang tepat untuk saya gunakan. makasih.
July 3rd, 2010 at 14:29
Pak Handi,
Mau tanya adakah cairan pembersih instalasi pipa air bersih?saya menempatkan tandon diatasnya Lt2, biasanya air yang keluar cukup,akan tetapi sudah sebulan terakhir apabila kita buka satu keran yang lainnya tidak akan keluar air.Mohon petunjuk.
July 8th, 2010 at 20:05
Pak handi, sy baru saja membuat sumur bor dgn kedalaman 15m dr p’mukaan tanah dan Letak pompanya 2m dr permukaan tanah.
Yg jd mslh saat hujan, ada rembesan dr dinding tanah sehingga air menggenang, d khawatirkan pompa rusak. Rencananya sy mau memindahkan pompa ke atas permukaan tanah. Pompa yg sy gunakan merk shimizu semi jet pump type jet-108 bit.
Yg jd p’tanyaan apakah pompa tsb msh sanggup menghisap?
Terima kasih
July 8th, 2010 at 20:22
Sepertinya dengan dinaikkan tidak bisa menghisap lagi, pak.
July 20th, 2010 at 22:35
Pak Handi yang baik.
Mohon nasehatnya….
Debit air pompa saya 2 hari ini bermasalah, debitnya sangat sedikit & tidak cukup….
cirinya aliran tidak konstan (seperti nembak2 gitu)
Saya pakai pompa semi jet pump Grundfos tipe JPBasic-3 (2 thn pakai)
biasanya 2 jam torrent atas dah penuh, sekarang sejengkalpun dah sulit karena dipakai terus (saya buka kos2an) dan di bawah ada rumah makan…
atas saran teman disuruh ganti pompa. kemudian saya ganti dengan tipe yg sama…
ternyata hasil tetap seperti itu….
Kira2 apa masalahnya Pak….
apakah saya harus bikin sumur baru?
keadaannya: jarak pompa dengan sumur 12 m
kedalaman sumur: 126m
pompa ke torrent atas: 10 m
Terima kasih sebelumnya ya pak…